Foto Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Senin, 18 April 2016 05:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PENEMUAN MAYAT
Ibu-Anak Tewas di Karangwuni, SAR & Polisi Menyelam ke Dasar Telaga

Penemuan mayat di daerah Rongkop Gunungkidul.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Nasib nahas dialami Khuswatun Khasanah,30, dan anaknya Aditya Aqila Prasetya,6. Keduanya ditemukan tewas tenggelam di Telaga Dusun Karangwuni, Karangwuni, Rongkop, Sabtu (16/4/2016) siang.

Kepala Polsek Rongkop AKP Sunarto menjelaskan, untuk proses evakuasi melibatkan petugas SAR yang dibantu dengan petugas kepolisian. Proses pencarian ini dilakukan dengan jalan menyelami hingga ke dasar ke telaga.

“Jasad pertama atas nama Aditya ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB [Sabtu, kemarin]. Sedang sang ibu ditemukan sekitar tiga puluh menit berselang,” ungkapnya, Minggu (17/4/2016)

Ditambahkannya untuk memastikan kematian keduanya, jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Rongkop. Dari hasil indetifikasi medis dipastikan keduanya meninggal karena kecelakaan.

Sunarto berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama dan jangan sampai terulang kembali. Oleh karenanya, para orang tua diminta waspada dan kalau diperlukan melarang anak-anaknya bermain di sekitar telaga.

“Telaga merupakan tempat umum dan siapa saja bisa ke sana. Kami minta orang tua untuk terus mengawasi dan jangan sampai anaknya bermain ke sana karena bisa berbahaya,” tutur Sunarto.

Sementara itu, Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Nadino membenarkan adanya ibu dan anak yang tenggelam di Desa Karangwuni, Rongkop. Dia pun berharap agar para orang tua lebih seksama dalam mengawasi anak, karena kejadian yang menimpa Khuswatun dan Aditya bisa menimpa siapa saja.

Terlebih lagi, kata Nagdino, di Gunungkidul terdapat ratusan telaga, di mana saat sekarang airnya penuh karena hujan.

“Jangan biarkan anak bermain sendirian di dekat telaga karena harus ditemani. Tapi untuk lebih amannya, kalau perlu anak dilarang bermain di dekat telaga,” kata Ngadino.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…