Ilustrasi guru (JIBI/Harian Jogja/Reuters) Ilustrasi guru (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Senin, 18 April 2016 18:40 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENDIDIKAN BOYOLALI
Pemkab Kekurangan 99 Guru Jenjang SMK

Pendidikan Boyolali, Pemkab Boyolali kekurangan 99 guru produktif di jenjang SMK.

Solopos.com, BOYOLALI–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali mendata hingga saat ini sekolah menengah kejuruan (SMK) di Boyolali masih kekurangan 99 guru produktif.

Guru produktif adalah guru yang mengajar tentang keterampilan praktek, seperti industri, otomotif, mesin. Jumlah guru produktif di 45 SMK di Boyolali tercatat hanya 134 guru.

Kekurangan guru produktif menjadi ironi karena jumlah SMK di Boyolali lebih banyak dibandingkan jumlah SMA. Selain itu, guru produktif lebih banyak terpusat di SMK-SMK yang ada di kota. Di satu sisi, sekolah-sekolah berbasis ketrampilan ini justru mengalami kelebihan guru adaptif normatif sebanyak 46 guru.

“Guru adaptif normatif itu guru yang mengajar mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia , PPKn, dan Bahasa Inggris. Banyak sekali guru-guru mata pelajaran ini yang terpaksa harus mengemis jam pelajaran untuk memenuhi syarat sertifikasi,” kata Kabid SMA/SMK Disdikpora Boyolali, Suyanta, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (18/4/2016).

Untuk mengatasi kendala minimnya guru produktif, biasanya sekolah akan mendatangkan guru tidak tetap (GTT) yang diangkat oleh komite dan menyesuaikan kebutuhan sekolah. “Selain guru produktif yang berbasis keterampilan, SMK-SMK di Boyolali juga masih kekurangan guru Bahasa Jawa dan guru agama.”

Suyanta menjelaskan animo warga menyekolahkan anaknya di SMK cukup tinggi. Berdasarkan angka partisipasi dasar, idealnya di Boyolali tambah lima SMK lagi. Namun, untuk mendirikan sekolah SMK tidak mudah. Tahun ini, Boyolali sedang membangun SMK Negeri di Nogosari dan siap dibuka tahun ajaran 2016-2017.

Kasi Kurikulum SMA/SMK, Lasno, akan menjadi pejabat sementara Kepala Sekolah di SMK Nogosari yang dibangun di Desa Pojok. Dengan penambahan satu SMK, maka kekurangan guru produktif akan semakin bertambah. “Untuk sementara, kelebihan guru normatif adaptif nanti bisa dialihkan ke Nogosari. Kalau kekurangan guru produktif kami tunggu pemerataan setelah alih kewenangan SMA/SMK di provinsi,” kata Lasno.

Menurut Lasno, Boyolali saat ini sangat membutuhkan sekolah kejuruan dengan jurusan yang bisa mendukung industri di Boyolali. Misalnya, teknik komputer jaringan, tata busana butik, perhotelan, teknik bangunan, dan teknik pemeliharaan mesin. Teknik pemeliharaan mesin baru ada satu di SMK Klego. Di satu sisi, sudah ada beberapa jurusan yang dianggap mulai jenuh misalnya jurusan teknik otomotif. “Jurusan ini mulai jenuh karena peminatnya banyak tetapi serapan pasarnya sangat sedikit.”

lowongan pekerjaan
Editor,Setter,Ilustrator, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…