Salah satu sudut RS. Ngipang, Solo. (JIBI/Solopos/dok)
Senin, 18 April 2016 14:31 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PELAYANAN KESEHATAN
Pasien Selalu Penuh, RSUD Ngipang Tambah Poliklinik

Pelayanan kesehatan di RS Ngipang diharapkan semakin baik setelah poliklinik ditambah.

Solopos.com, SOLO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngipang, Banjarsari, Solo, bakal ditambah bangunan baru yang berfungsi untuk poliklinik.

Direktur RSUD Ngipang, dr. Willy Handoko, mengatakan poliklinik akan dibangun dua lantai menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2016. Disinggung jumlah anggaran untuk pembanguan poliklinik yang bakal berada di bagian depan RSUD Ngipang tersebut, dia mengaku tidak hafal. Hanya, Willy memastikan, pembangunan poliklinik dilaksanakan tahun ini.

“Pembangunan poliklinik memasuki tahap lelang. Pembangunan tersebut mudah-mudahan selesai sesuai target pada tahun ini. Kami berencana poliklinik juga bisa membuka pelayanan kesehatan kepada masyarakat mulai tahun ini,” kata Willy kepada solopos.com setelah menghadiri kegiatan perayaan HUT ke-7 RSUD Ngipang, Minggu (17/4/2016).

Willy menjelaskan pembangunan poliklinik karena semakin banyaknya masyarakat yang berobat ke RSUD Ngipang. Menurut dia, jumlah pasien rawat jalan di RSUD Ngipang tergolong banyak, yakni mencapai 400 orang per hari. Willy meyakini pembangunan poliklinik mampu meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya kepada masyarakat Kota Bengawan.

“Jumlah pasien berobat di RSUD Ngipang sudah lumayan banyak, selalu hampir penuh. Sekarang jumlah pasien inap rata-rata sudah di atas 80% dari kapasitas tempat tidur. Maka dari itu, Pak Wali Kota [FX Hadi Rudyatmo] juga menghendaki pembangunan RSUD lagi di Solo bagian selatan pada tahun depan,” jelas Willy.

Dimintai informasi, Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti, menilai penambahan poliklinik di RSUD Ngipang memang sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dia menyebut RSUD Ngipang kini selalu penuh dengan pasien. Hartanti menegaskan tidak boleh ada pasien terlantar setelah Poliklinik baru di RSUD Ngipang membuka pelayanan.

“Kalau kita melihat, perkembangan RSUD Ngipang selama 7 tahun ini luar biasa. Hampir setiap hari penuh [dengan pasien]. Nanti di depan [RSUD Ngipang] digunakan untuk poliklinik. Kalau memungkinkan, tanah di samping RSUD nanti dibeli untuk untuk pengembangan lagi,” papar Hartanti yang hadir dalam kegiatan Operasi Katarak dan Donor Darah di RSUD Ngipang.

Hartanti mendorong RSUD Ngipang memiliki sistem pengolahan darah yang lebih praktis.

“Terus nanti di lantai atas RSUD Ngipang ada peningkatan sistem transfer darah. Kalau sekarang kan masih jalan. Nanti sistem transfer darah dari kamar langsung ke pusatnya. Jadi lebih cepat. Nanti masih dianggarakan pada 2017,” papar Hartanti.

 

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…