Warga Desa Talun Kecamatan Ngebel, Ponorogo, beristirahat di Bali Desa Talun, Minggu (16/4/2016). Warga mengungsi karena takut terjadi longsor di sekitar lingkungan rumah mereka. (Istimewa)
Senin, 18 April 2016 11:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

LONGSOR PONOROGO
Diintai Longsor, Seratusan Warga Talun Ngebel Mengungsi

Longsor Ponorogo yakni ancaman longsor di Talun Ngebel membuat seratusan mengungsi ke balai desa setempat.

Solopos.com, PONOROGO — Sekitar seratusan warga dari Dukuh Krajan, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo mengungsi di balai desa setempat, Minggu (17/4/2018) malam. Warga mengungsi karena takut ketika terjadi longsor di wilayah itu.

Informasi yang diterima Madiunpos.com dari siaran pers Kodim 0802/Ponorogo, Senin (18/4/2016), seratusan warga itu berasal dari 35 keluarga di Dukuh Krajan, Desa Talun.

Warga tersebut mengungsi karena di desa mereka sudah ada tanda-tanda akan terjadi tanah longsor.

Pada Minggu sore, hujan deras mengguyur wilayah itu selama sekitar lima jam. Kondisi tersebut membuat tanah di gunung Mbayon di desa itu mulai mengalami tanda-tanda longsor.

Warga yang takut kemudian memutuskan untuk mengungsi ke balai desa setempat.

Mendapat laporan itu, petugas dari Kodim 0802/Ponorogo langsung mengecek kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pejabat terkait.

Petugas mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Mbayon untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…