Sejumlah pekerja tengah memasang pembatas atau median jalan di Jalan Raya Solo-Sukoharjo mulai Simpang Empat Jln. Ciu hingga Simpang Empat Bulakrejo, Senin (18/4/2016)). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Senin, 18 April 2016 19:23 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

LALU LINTAS SUKOHARJO
Cegah Lakalantas, Jalan Solo-Sukoharjo Dipasang Median Jalan

Lalu lintas Sukoharjo terutama jalan Solo-Sukoharjo sering terjadi kecelakaan.

Solopos.com, SUKOHARJO – Jalan Raya Solo-Sukoharjo mulai Simpang Empat Jln. Ciu hingga Simpang Empat Bulakrejo dipasangi pembatas atau median jalan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang kerap terjadi di jalur tersebut.

Pantauan Solopos.com, Senin (18/4/2016) sejumlah pekerja memasang median jalan di tengah Jln. Raya Solo-Sukoharjo tepatnya di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Telukan. Median jalan dipasang di tengah-tengah ruas jalan sepanjang sekitar tiga kilometer. Selama ini, jalan itu menjadi salah satu jalur paling mematikan lantaran kerap terjadi laka lantas yang merenggut korban jiwa.

Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai, mengatakan kasus lakalantas kerap terjadi di jalur Sukoharjo-Wonogiri mulai terutama di Simpang Empat Jln. Ciu hingga Simpang Empat Bulakrejo. Kali terakhir, seorang pengendara sepeda motor meregang nyawa setelah ditabrak mobil Hyundai pada malam pergantian tahun baru 2016.

“Jalur itu sangat rawan lakalantas karena tak ada median jalan dan minimnya penerangan,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (18/4/2016).

Untuk mengantisipasi terjadi kasus lakalantas maka Jalan Raya Sukoharjo-Wonogiri dipasangi median jalan. Apabila ada median jalan maka para pengendara kendaraan bermotor tak sembarangan saat menyeberang ruas jalan.

Kasatlantas telah melayangkan surat resmi ke Pemkab Sukoharjo agar segera memasang median jalan di ruas jalan tersebut. “Mayoritas pengguna jalan yang terlibat lakalantas terlebih dahulu melanggar aturan lalu lintas. Sebagian besar memakan ruas jalan dari arah berlawan,” ujar dia.

Selain jalur Grogol-Bulakrejo, ada jalur rawan lakalantas lainnya yakni Joho-Nguter mulai dari Terminal Sukoharjo hingga Kepuh, Kecamatan Nguter. Di sepanjang jalur itu juga belum dipasangi median jalan sehingga para pengguna kendaraan bermotor kerap sembarangan menyebarang jalan.

Kasatlantas menambahkan bakal selalu berkoordinasi dengan instansi lainnya guna mengampanyekan tertib berlalu lintas bagi para pengendara kendaraan bermotor.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo terkait kerusakan jalan dan Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo terkait rambu-rambu lalu lintas.”

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pengendali Operasi Dishubinfokom Sukoharjo, Joko Waluyo, berencana memindah water barrier yang dipasang di sepanjang jalur Jembatan Bacem-Bulakrejo ke ruas jalan di Sukoharjo Kota. Pemindahan water barrier dilakukan setelah pemasangan median jalan rampung.

“Setelah pemasangan median jalan kelar, water barrier di jalur itu bakal dipindah ke ruas jalan di Sukoharjo Kota,” kata dia.

 

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…