Ilustrasi selingkuh Ilustrasi selingkuh (Dok/JIBI)
Senin, 18 April 2016 01:10 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

KISAH TRAGIS
Wanita Ini Lahirkan Anak Sekaligus ”Adik Iparnya”

Kisah tragis menimpa seorang wanita di Tiongkok yang diperkosa oleh ayah mertuanya sendiri.

Solopos.com, HUBEI – Seorang wanita di Hubei, Tiongkok, melahirkan seorang anak laki-laki yang juga berstatus sebagai adik iparnya sendiri. Loh?

Hal itu terjadi lantaran sang wanita dihamili oleh mertuanya sendiri. Ia mengaku sebagai korban pemerkosaan. Sementara pelaku justru mengatakan hal itu ia melakukan agar korban bisa hamil dan memberikan cucu untuk keluarga besarnya.

Dilansir Liputan6.com dari Asia One, Minggu (17/4/2016), kasus itu berawal pada 2010 lalu. Saat itu, keluarga mengetahui bahwa suami perempuan tersebut tak bisa memberikan keturunan.

Namun, ibu pria tersebut sangat menginginkan cucu. Ia diduga memaksa menantunya berhubungan seksual dengan pria lain. Merasa diperlakukan dengan tidak hormat, perempuan itu kabur hingga Guangdong. Di sana ia mendapatkan pekerjaan.

Ayah mertua yang mengaku tak setuju dengan pemaksaan yang dilakukan istrinya, menyusul ke Guandong, berusaha membawa pulang sang menantu.

Pria itu menjanjikan menantunya itu tak akan lagi dipaksa berhubungan seksual dengan orang asing. Tapi apa yang dilakukannya sungguh keterlaluan. Ia diduga memerkosa menantunya di sebuah hotel di dekat stasiun kereta, demikian dilaporkan South China Morning Post. Akibat insiden tersebut, korban hamil.

Pelaku tak mau begitu saja disalahkan, ia mengaku korban menggodanya. Ia juga mengklaim meneruskan hubungan terlarang itu hingga bertahun-tahun lamanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…