HarianJogja/Gigih M. Hanafi Tiga tersangka dengan inisial TA, RGS dan DP dikawal ketat petugas BNNP DIY saat gelar pengungkapan kasus narkotika sabu berat 1,014 kg di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DI Yogyakarta, Jumat (18/04/2016). Tim BNNP DIY berhasil menggagalkan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang diduga jaringan jaringan asal Taiwan yang hendak diedarkan di Jogja melalui jalur darat.
Senin, 18 April 2016 18:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KASUS NARKOBA JOGJA
Siapa Pengendali 3 Tersangka Sabu-sabu 1,14 Kg?

Kasus narkoba Jogja terungkap, tiga tersangka ditangkap

Solopos.com, JOGJA-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY kembali mengungkap narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,14 kilogram dari tiga pria asal Cilacap, Jawa Tengah.

Ketiganya adalah TA, 30, warga Cilacap Jawa Tengah, RGS, 24, warga Banyumas Jawa Tengah, dan DP, 30, warga Godean, Sleman.

(Baca juga : KASUS NARKOBA JOGJA : Bawa Sabu 1,14 Kg ke Jogja, Tiga Warga Cilacap Diringkus)

Sabu-sabu seharga Rp1,3 miliar tersebut dibawa dari Bekasi, Jawa Barat melalui jalur darat. “Untuk mengelabuhi petugas, sabu-sabu disembunyikan dalam sepasang sepatu wanita,” kata Kepala BNNP DIY Komisaris Besar Polisi Soetarmono, dalam jumpa pers, Senin (18/4).

Hasil pemeriksaan sementara, kata Soetarmono, ketigas tersangka bergerak atas pengendalian seseorang berinisial K di Cilacap yang masih buron.

BNNP DIY pun mencoba menelusuri jaringan tersebut dan diperoleh informasi ada keterkaitannya dengan jaringan di Aceh dan Taiwan.

“Keterkaitan ini masih kami kembangkan,” ujar perwira menengah polisi ini.

Kepala Bidang Pemberantasan, BNNP DIY, Komisaris Polisi Suyatno menjelaskan ketiga tersangka sudah saling mengenal, mereka bekerjasama untuk mengedarkan sabu-sabu atas permintaan dari seseorang di Jogja.

TA sebagai kurir bergerak atas perintah DP. Sementara di Jogja sudah ditunggu RGS yang bertugas sebagai penyebar ke pemesan-pemesan. Sementara, pengendalinya adalah K yang masih menjadi buron.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…