Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Solo, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Sukoharjo, Supritanto, menyampaikan materi dalam Pelatihan Safety Riding di Syariah Hotel Solo, Sukoharjo, Selasa (28/10/2014). Pelatihan yang diisi sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut terkait tingginya angka kecelakaan di jalan raya. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos) Pelatihan Safety Riding, Selasa (28/10/2014). (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Senin, 18 April 2016 06:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

BPJS KETENAGAKERJAAN
Gandeng Pemda, Penderes Diasuransikan

BPJS Ketenagakerjaan terus meningkatkan jumlah kepersertaan.

Solopos.com, JOGJA-Dalam rangka meningkatkan jumlah peserta, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tidak mampu berjalan sendiri. Salah satu pihak yang berkonpeten untuk bekerja sama adalah pemerintah daerah (Pemda) karena Pemda bisa bersentuhan langsung dengan mesyarakat.

“Kulonprogo pemdanya sudah sadar akan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan. Mereka berencana mengasuransikan 7.000 penderes [petani nira] kelapa yang ada di semua kabupaten,” papar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta Mochamad Triyono, Minggu (17/4/2016)

Saat ini pihaknya masih mengatur skema siapa saja yang berhak mendapatkan asuransi ini. Pasalnya menurut rencana, penerima asuransi BPJS Ketenagakerjaan hanya penderes maksimal 55 tahun. Namun, dalam kenyataannya, mayoritas penderes berusia di atas 55 tahun.

Pengurus Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Kirnadi menyadari masih banyak perusahaan yang masih enggan mendaftarkan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan. Sementara untuk nelayan dan petani yang selama ini belum mendapat perhatian terkait asuransi, pihaknya mendorong pemda untuk mengalokasikan anggaran secara khusus untuk subsidi pembayaran premi mereka.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…