Tanggul sementara dari material pasir yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman di Dusun Sendowo, Sinduadi, Mlati, jebol, Selasa (12/4/2016) petang. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Tanggul sementara dari material pasir yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman di Dusun Sendowo, Sinduadi, Mlati, jebol, Selasa (12/4/2016) petang. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 18 April 2016 18:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

BANJIR KALI CODE
Talut di Sinduadi Diganti Bronjong

Banjir Kali Code menyebabkan talut di Sinduadi Mlati ambrol, BPBD Sleman menggantinya dengan bronjong

Solopos.com, SLEMAN- Perbaikan talut Sungai Code yang amblas di Dusun Sendowo, Sinduadi, Mlati, kembali dilanjutkan. Perbaikan talut tersebut masuk pada tahap pemasangan bronjong.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan menjelaskan, dari sekitar 100 bronjong yang disediakan, sebanyak 50 bronjong sudah terisi batu. Bronjong-bronjong tersebut nantinya akan melapisi bagian depan talut yang retak.

“Perbaikan talut berjalan relatif lancar. Sejauh ini intensitas hujan yang turun tidak menyebabkan arus yang cukup besar. Kami memang menghawatirkan arus deras karena bisa menghambat perbaikan talut ini,” jelasnya, Minggu (17/4/2016).

Pada peristiwa jebolnya tanggul buatan akibat derasnya kali Code Selasa lalu, BPBD Sleman mengalami kerugian sekitar Rp2 juta. Kerugian dialami akibat hanyutnya terpal dan plastik pelapis.

Untuk menyiasati agar tanggul sementara tidak kembali jebol, BPBD memperkecil jarak tanggul dengan talut yang amblas. Jika sebelumnya jaraknya mencapai 20 meter, maka saat ini dikurangi menjadi 15 meter.

“Dengan lebar tersebut akan mudah mengurasan air untuk melihat kerusakan talut. Proses pengurasan ini juga tidak perkara mudah, karena berkali-kali air masuk ke dalam,” jelasnya.

Sementara itu Ketua RT 10 Sendowo, Sarijan mengatakan pemasangan bronjong terkendala oleh curah hujan. Intensitas hujan yang cukup tinggi, memperparah kondisi talut yang turun. “Saat ini amblasnya sudah lebih dari satu meter. Kami berharap kondisi ini secepatnya diperbaiki,” harapnya.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…