Pemindaian Cagar Budaya 3D (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja) Pemindaian Cagar Budaya 3D (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 18 April 2016 16:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

BANGUNAN CAGAR BUDAYA
211 Situs Budaya Terancam Bangunan di Dekatnya

Bangunan cagar budaya di antul terancam oleh bangunan yang ada di dekatnya

Solopos.com, BANTUL– Sebanyak 200 lebih situs cagar budaya di Bantul terancam bangunan. Sejumlah bangunan melanggar aturan karena berdekatan dengan area cagar budaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Dodik Kuswardoyo mengatakan, tercatat 211 situs cagar budaya yang tersebar di Bantul.

Ratusan cagar budaya itu antara lain tersebar di Piyungan, Pleret, Pandak, Sewon, Kasihan, Banguntapan dan sejumlah kecamatan lainnya. Dodik tak yakin ratusan situs cagar budaya itu bersih dari bangunan seperti rumah pribadi atau bangunan publik.

Padahal Instruksi Gubernur No. 1/1984 mengenai Pelestarian Cagar Budaya mengatur jarak antara bangunan dan area cagar budaya minimal 50 meter. “Karena jumlah cagar budaya yang ada itu banyak sekali, di Bantul saja ada 200 lebih,” terang Dodik Kuswardoyo, akhir pekan lalu.

Kasus pendirian bangunan yang menerabas area cagar budaya sudah ditemukan di Dusun Gampingan, Sitimulyo, Piyungan. Rumah milik warga yang sudah setengah jadi dibangun berjarak kurang dari 50 meter dari Kompleks Candi Gampingan.

Rumah yang melanggar aturan itu ditemukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY. Buntutnya, pendirian rumah tersebut dihentikan paksa oleh petugas. “Itu [kasus di Piyungan] yang ketahuan, saya kira potensi seperti itu terjadi di tempat lain,” imbuhnya lagi.

Bila tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk mencegah kasus di Piyungan terulang, bukan tidak mungkin ratusan cagar budaya tersebut juga bakal diterabas bangunan warga. “Makanya kami mencoba menyosialisasikan ke masyarakat soal aturan jarak bangunan dan situs budaya,” lanjutnya.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…