Pemandangan di tepi Embung Banjaroya. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja) Pemandangan di tepi Embung Banjaroya. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 17 April 2016 06:21 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

WISATA KULONPROGO
Menikmati Matahari Terbit dari Balik Menoreh di Atas Embung Banjaroya

Wisata Kulonprogo di Kulonprogo ada destinasi baru untuk menikmati matahari terbenam, di atas Embung Banjaroya

Solopos.com, KULONPROGO- Liburan singkat, bukan berarti tak bisa berwisata bersama keluarga. Salah satu objek wisata terdekat di Kabupaten Kulonprogo ini, mungkin bisa menjadi rujukan berlibur di akhir pekan.

Barisan hijau dari Perbukitan Menoreh membentang dan mengelilingi Embung Banjaroya. Waduk mini yang berada di ketinggian dan berlokasi di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang.

Pesona alam Menoreh dapat dinikmati di objek wisata yang diresmikan pada akhir tahun 2014 lalu itu. Embung ini memiliki luasan 4.800 meter persegi dan dapat menampung air mencapai 10.000 meter kubik.

Embung Banjaroya menampilkan keindahan Menoreh di sisi paling utara dari wilayah DIY. Lokasi ini dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Kota Jogja.

Alam pedesaan yang masih asri menjadi pengobat lelah dari perjalanan jauh yang ditempuh dari Kota Jogja menuju destinasi ini. Jalur menuju objek wisata ini merupakan jalur yang sama untuk menuju objek wisata tertinggi di Jogja, yakni Puncak Suroloyo.

Keindahan yang ditampilkan objek wisata ini juga tak kalah menarik. Memasuki areal parkir, saat akan menuju embung, pengunjung akan disambut dengan patung Durian Kuning yang merupakan ikon desa ini.

Wilayah ini memang merupakan salah satu desa penghasil durian kuning di wilayah Jogja. Di sekeliling embung ini juga ditanami Pohon Durian dengan varietas Durian Kuning yang kelak akan menjadi kawasan kebun buah di dataran tinggi Menoreh.

Embung Banjaroya tepat dijadikan lokasi rekreasi bersama keluarga. Lokasi wisata yang nyaman untuk anak-anak ini dapat dijangkau dengan mudah tanpa perlu berjalan jauh untuk menuju lokasi utama dari embung ini.

Ribuan bibit ikan disebar di embung yang difungsikan sebagai sumber air untuk 30 hektare calon kebun buah itu. Bahkan, pengunjung dapat berkesempatan untuk memberikan makan ikan-ikan tersebut.

Jika cuaca cerah, pemandangan hijau barisan Bukit Menoreh akan dapat dinikmati pengunjung. Namun, jika mengunjungi embung ini di waktu sore, maka indahnya panorama matahari terbenam akan memberikan pengalaman menarik bagi pengunjung.

Di sini, pengunjung dapat menikmati detik-detik matahari terbenam di balik Bukit Menoreh dengan pancaran sinar kuning keemasan yang jarang sekali dapat dinikmati di lokasi wisata lainnya.

Tak heran jika keindahan alam yang ditawarkan Embung Banjaroyo ini menarik banyak pengunjung dari luar kota. Setiap minggunya, objek wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik dari luar daerah, maupun dari sekitar Kota Jogja.

“Saya suka sekali dengan pemandangan alam di Embung Banjaroyo ini. Lokasinya juga cukup mudah dijangkau dibandingkan objek wisata sejenis di tempat lain yang umumnya harus berjalan jauh dulu untuk bisa mencapai tempatnya,” ujar Pramitha, wisatawan asal Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…