Keempat peserta konvensi bakal calon walikota dan wakil walikota yang akan diusung gerakan masyarakat JOINT menunjukan alat tes urin yang hasilnya negatif narkoba di Sekretariat JOINT, Sabtu (16/4/2016). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Keempat peserta konvensi bakal calon walikota dan wakil walikota yang akan diusung gerakan masyarakat JOINT menunjukan alat tes urin yang hasilnya negatif narkoba di Sekretariat JOINT, Sabtu (16/4/2016). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 17 April 2016 15:20 WIB Yudho Primbodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PERIKANAN BANTUL
Seminggu Paceklik, Penghasilan Nelayan Depok Berkurang 50 %

Perikanan Bantul masuk masa paceklik.

Solopos.com, BANTUL– Selama satu minggu paceklik ikan, pendapatan nelayan di Pantai Depok berkurang drastis hingga 50 persen. Di musim normal mereka mampu menangkap hingga 4 kuintal ikan, selama seminggu terakhir kemarin hasil pendapatan ikan berkurang hanya mencapai 2 kuintal.

Lurah Desa Parangtritis Topo, mengatakan meskipun hanya satu minggu, paceklik ikan membuat beberapa warga mengeluh.

“Tidak lama mungkin hanya satu minggu, tapi ya nelayan sini [Depok] kalo sudah melaut tapi tidak dapat ikan meskipun bukan musim paceklik mereka banyak yang mengeluh musim paceklik,” ujarnya, Sabtu (16/4/2016).

Menurut Topo memang benar jika dihitung secara prosentase harian penghasilan para nelayan memang menurun, bahkan hampir separuh dari penghasilan mereka di waktu normal.

“Ya banyak berkurangnya, namun menurut saya lagi-lagi saat musim seperti inipun paling sedikit mereka masih punya penghasilan Rp500.000 hingga Rp 1 juta, itu kan bukan penghasilan yang sedikit,” ujarnya.

Akibat dari musim paceklik tersebut, para pedagang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) harus mendatangkan ikan dari nelayan lain di luar pantai Depok, dan tentunya harga ikan juga akan lebih tinggi dibandingkan dengan hargaikan dari nelayan di Pantai Depok.

Lebih lanjut salah seorang pedagang Yanti mengatakan beberapa jenis ikan yang tidak banyak didapatkan oleh nelayan pantai Depok dan sekitarnya seperti cumi-cumi, udang, kepiting, kerang, kakap merah harganya relatif stabil.

“Harga ikan yang didatangkan dari luar Depok harganya cenderung stabil dan tidak mengalami kenaikan karena nelayan yang paceklik ikan hanya dikawasan pantai Depok saja,” tuturnya.

Topo menambahkan kondisi paceklik ikan saat ini sering sekali terjadi pada nelayan di Pantai Depok, hal ini terkait dengan musim yang tidak menentu sehingga keberadaan ikan di laut menjadi tidak jelas.

“Sepertinya karena musim yang sangat masih tidak menentu yang membuat keberanaan ikan dilaut berpindah-pindah,”tegasnya lagi.

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bahasa Tubuh dan Bahasa Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (19/10/2017). Esai ini karya Triyono Lukmantoro, dosen Sosiologi Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang dan mahasiswa Program Doktor Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail…