Tesla S sedang mengisi daya baterai. (Dailymail.co.uk) Tesla S sedang mengisi daya baterai. (Dailymail.co.uk)
Minggu, 17 April 2016 18:10 WIB Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com Ekonomi Share :

INDUSTRI OTOMOTIF
Kendaraan Listrik Justru Sumbang Polusi Lebih Besar

Industri otomotif kendaraan listrik dianggap masih belum ramah lingkungan.

Solopos.com, HONG KONG – Berbeda dari yang digembar-gemborkan para pabrikan otomotif, mobil maupun motor bertenaga listrik ternyata tidak sepenuhnya ramah lingkungan. Tingkat polusi yang dihasilkan justru jauh lebih tinggi.

Dalam penelitian yang dilakukan perusahaan Sanford C Bernstein di Hong Kong ditemukan fakta bahwa kendaraan listrik menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) 20 persen lebih banyak ketimbang kendaraan konvensional bermesin bensin atau diesel.

Tetapi polusi yang ditimbulkan tidak muncul secara langsung. Sebab seperti diketahui semua kendaraan listrik tidak menghasilkan asap karena tidak terjadi proses pembakaran apapun untuk menggerakkan mesin.

Meski begitu menurut salah satu analis analis Bernstein, Neil Beveridge seperti dilansir laman Leftlanenews, Sabtu (16/4/2016), kendaraan listrik menyumbang polusi lebih besar lewat asap batu bara pembangkit listrik yang kemudian dayanya digunakan untuk mengisi baterai.

Menurutnya, akan lebih bagus jika fokus mengubah bahan pembangkit listrik ke energi terbarukan terlebih dahulu sebelum mendorong masyarakatnya menggunakan kendaraan listrik.

”Kendaraan listrik hanya ramah lingkungan di negara-negara yang memiliki pembangkit listrik dengan intensitas CO2 rendah. Di Hong Kong yang separuh lebih pembangkitnya berbahan batu bara, memakai mobil listrik dengan alasan ramah lingkungan sama saja bohong,” papar Neil.

Dalam pengujian yang ia lakukan, mobil listrik Tesla S yang digunakan menempuh jarak 150.000 km melepaskan 4,4 ton CO2 lebih besar daripada BMW 320i yang bermesin bensin. Angka itu dihitung dari intensitas CO2 pembangkit listrik di Hongkong, tenaga untuk mengisi daya, serta CO2 yang dihasilkan bensin.

Di industri otomotif Hong Kong sendiri kendaraan listrik bisa dibilang cukup populer. Data tahun 2015 menunjukkan ada lebih dari 4.000 unit mobil listrik yang terdaftar.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…