Petugas mencari korban di antara reruntuhan bangunan di Jepang (Reuters)
Minggu, 17 April 2016 11:10 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

GEMPA JEPANG
Gempa 7,3 SR di Jepang Selatan, 2 Mahasiswa WNI Terluka

Gempa Jepang menyebabkan dua orang WNI terluka.

Solopos.com, TOKYO – Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang melanda Jepang bagian selatan, Sabtu (16/4/2016), dini hari, menyebabkan dua warga negara Indonesia (WNI), terluka. Siaran pers Kementerian Luar Negeri menyebutkan dua WNI yang jadi korban menderita luka-luka saat hendak dievakuasi tersebut adalah mahasiswa.

“Diperoleh informasi dua orang mahasiswa mengalami luka pada saat evakuasi akibat tertimpa sepeda dan lemari,” sebut keterangan pers Kemlu, Sabtu (16/4/2016), sebagaimana dilansir Liputan6.

Dua mahasiswa yang terluka tersebut telah mendapatkan perawatan medis. “Keduanya sudah mendapat perawatan dari tim medis,” sebut Kemenlu dalam keterangan pers tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tak ada laporan korban jiwa dari WNI. Kendati demikian, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang mengatakan mereka terus mengawasi kondisi pascagempa. Hal ini dilakukan demi memberikan rasa aman bagi para WNI yang berada di sana.

“Banyak warga yang mengalami shock dan trauma serta khawatir karena gempa terus terjadi meskipun dalam skala yang lebih kecil,” lanjut keterangan pers Kemenlu.

KBRI Tokyo bersama KJRI Osaka juga terus memonitor dan berkomunikasi dengan warga untuk memastikan keberadaan dan keselamatan warga Indonesia.

Selain itu, perwakilan KBRI Tokyo dibantu KJRI Osaka juga sudah tiba di lokasi gempa Kumamoto. Mereka datang ke tempat demi menyalurkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat wilayah itu.

“Tim Bantuan KBRI Tokyo sudah berangkat menuju Kumamoto pada Sabtu pagi hari, untuk membawa bantuan bahan makanan, obat-obatan, dan keperluan darurat lainnya,” menurut keterangan pers tersebut.

“Diantisipasi bahwa warga akan harus bertahan di tempat pengungsian dalam waktu yang belum dapat dipastikan sehingga membutuhkan bahan-bahan makanan dan minuman serta obat-obatan yang memadai. Tim bantuan akan menuju titik-titik evakuasi tempat WNI mengungsi.”

Dilansir Detik, Minggu (17/4/2016), bagi yang ingin mengetahui informasi terkini terkait kondisi WNI di Jepang dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo di +81-80-3506-8612, Hotline KJRI Osaka di +81-80-31131003 dan e-mail di info@kbritokyo.jp, serta akun Twitter @KBRITokyo.

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…