Tiga bangunan di Guayaquil, Ekuador, runtuh setelah gempa 7,8 SR mengguncang negara itu, Sabtu (16/4/2016) pukul 20.00 waktu setempat (08.00 WIB). (Istimewa/BNO News)
Minggu, 17 April 2016 14:37 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Internasional Share :

GEMPA EKUADOR
Korban Terus Bertumbangan, Sedikitnya 77 Orang Tewas

Gempa Ekuador membuat jumlah korban tewas terus bertambah.

Solopos.com, QUITO — Korban gempa Ekuador berkekuatan 7,8 skala Richter (SR) yang terjadi pada Sabtu (16/4/2016) malam waktu setempat atau Minggu (17/4/2016) pagi WIB, kini terus bertambah. Jumlah korban tercatat sedikitnya 77 orang (sebagian bahkan menyebut 81 orang) dan ratusan lainnya luka-luka.

Korban kebanyakan berasal dari kota-kota di kawasan pantai Pasifik negara itu. Bangunan-bangunan rusak berat dan warga mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi untuk menghindari ancaman tsunami.

Gempat tersebut berpusat di pantai Ekuador dan terasa hingga ratusan km jauhnya di Ibu Kota Quito dan pusat ekonomi, Guayaquil. Di kota ini, puing-puing berserakan di jalan-jalan, sejumlah bangunan retak bahkan runtuh. Sebuah jembatan di kota itu juga runtuh dan menimpa mobil.

Gempa ini dinilai sebagai gempa terburuk dalam beberapa dekade terakhir dan pemerintah setempat menyatakan jumlah korban jiwa kemungkinan terus bertambah. “Ini sangat mengerikan. Kami semua takut dan masih berada di jalan raya karena khawatir ada guncangan susulan,” kata Kepala Keamanan Guayaquil, Fernando Garcia,” katanya dikutip Reuters, Minggu WIB.

Status darurat ditetapkan di enam provinsi. Daerah-daerah yang paling parah antara lain Pedernales, salah satu objek wisata pantai tropis yang dipenuhi pohon palm, serta dekat Cojimes.

“Ada desa-desa yang seluruhnya hancur,” kata Wali Kota Pedernales, Gabriel Alcivar, kepada radio setempat. “Ini adalah bencana besar.”

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…