Menkominfo-Sergey Brin (Detik) Menkominfo-Sergey Brin (Detik)
Minggu, 17 April 2016 02:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Internet Share :

APLIKASI TERBARU
Menkominfo Cari 50 Aplikasi Lokal untuk Bangun Desa

Aplikasi terbaru sedang dicari Menkominfo Rudiantara untuk membangun desa.

Solopos.com, JAKARTA — Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memajukan desa tertinggal melalui teknologi berbasis aplikasi terbaru coba diwujudkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dengan mencari 50 aplikasi buatan startup lokal melalui  kompetisi.

Kompetisi itu digelar melalui program penggalangan gagasan Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT) yang terbuka bagi para startup yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda.

Menurutnya, tujuan dari digelarnya program ini untuk memberikan solusi terpadu bagi masalah desa tertinggal dan untuk mendapatkan gagasan-gagasan segar yang datang dari masyarakat sendiri, terutama kaum muda.

“Namanya juga lagi mencari solusi, salah satunya dengan cara seperti ini. Mudah-mudahan ketemu. Tapi kita bangsa yang optimistis, pasti bisa temukan solusi untuk majukan desa tertinggal,” kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu, seperti dilansir Detik, Jumat (15/4/2016).

Rudiantara menilai, Internet merupakan sarana yang efektif untuk mempercepat laju ekonomi perdesaan. Anak-anak muda yang akrab dengan perkembangan teknologi digital diharapkan mampu merintis gagasan perubahan di desa tempat tinggal mereka.

“Peralihan dari aktivitas ekonomi tradisional ke aktivitas ekonomi digital dipastikan selain akan meningkatkan kecepatan transaksi ekonomi, juga akan meningkatkan efisiensi proses ekonomi. Oleh sebab itu, masyarakat harus sesegera mungkin dikondisikan untuk menyambut era ekonomi digital tersebut,” kata Rudiantara.

Karena itu, lanjut dia, Kemenkominfo menantang anak muda dari pelosok Tanah Air untuk mengikuti SDBT. Kompetisi ini merupakan program penggalangan gagasan-gagasan terbaik yang menghadirkan solusi terpadu bagi masalah desa tertinggal.

Rudiantara menjelaskan, mereka yang berminat diminta untuk membuat video berdurasi tiga menit. Video ini berisi gagasan-gagasan orisinal peserta dan harus diunggah ke platform Youtube. Panitia akan memilih 50 video terbaik untuk masuk ke dalam babak improvisasi ide. Daftar desa terkait dapat dilihat di laman http://www.solusi.broadband-desa.go.id.

Dari 50 peserta yang lolos, panitia SDBT akan menyeleksi 25 tim untuk mengikuti Bootcamp. Pada tahap presentasi final, panitia akan memilih enam aplikasi dengan solusi yang dianggap terbaik.

Panitia menyiapkan sejumlah hadiah bagi para finalis. Di antaranya, pembimbingan dengan mentor para ahli dari pelbagai bidang untuk penyempurnaan solusi.

Kemudian, kesempatan melakukan benchmarking ke negara yang sukses dalam pengembangan startup. Tak ketinggalan, kesempatan promosi aplikasi yang sudah dibuat melalui kerja sama Kemenkominfo dengan operator.

Sasaran program ini, menurut Menteri Rudiantara, ditargetkan bagi desa tertinggal yang meliputi desa nelayan, desa pedalaman dan desa pertanian.

Solusi teknologi yang digagas bisa mencakup sejumlah persoalan, semisal mata pencaharian, akses layanan kesehatan, akses layanan keselamatan, atau akses layanan keamanan. Solusi yang diharapkan terkait komponen meliputi jaringan, perangkat, aplikasi, pendampingan, dan implementasi.

Kompetisi SDBT dijalankan secara terpadu, mulai dari pengembangan solusi, penerapan, hingga pembinaan dan pendampingan. Nantinya, solusi yang digagas akan mengikutsertakan komponen profesional dan masyarakat lokal yang relevan.

Sementara itu, Ismail selaku Direktur Telekomunikasi Khusus, mengatakan program ini baru berjalan di 50 desa. Namun, ia menargetkan jumlahnya bertambah menjadi 500 desa di tahap awal.

“Target 500 desa cukup berat memangnya. Kami harap di sana semua sudah tersedia 3G sehingga kami bisa push agar aplikasi terbaru yang diciptakan dapat berjalan di 2G dan 3G,” jelas Ismail, seperti dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (16/4/2016).

Sebagai tambahan, video solusi tersebut harus diunggah ke Youtube. Sebanyak 50 ide terbaik akan diikutsertakan ke dalam babak improvisasi ide. Dari data yang dihimpun Kemenkominfo, terdapat 74.094, 26%  atau setara 19.386 desa masuk dalam kategori tertinggal. Sedangkan 43% atau 8.447 desa dari total desa tertinggal tersebut sebanyak 19.386 desa tidak memiliki akses telekomunikasi yang layak.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…