Relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen membantu warga memperbaiki kerusakan atap rumah setelah diterjang angin ribut di Dusun Sadang, Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen, Minggu (17/4/2016). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)
Minggu, 17 April 2016 19:30 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Bisnis Sragen Share :

ANGIN KENCANG SRAGEN
15 Menit Puting Beliung Terjang Sragen, 59 Rumah Rusak

Angin kencang Sragen kali ini menerjang Desa Kecik, Tanon, Sragen.

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 58 rumah rusak setelah diterjang angin ribut di Dusun Sadang, RT 001 hingga RT 004, Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen, Sabtu (16/4/2016) sore. Satu rumah di Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, juga rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

Rumah-rumah itu rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap. Genteng rumah-rumah warga beterbangan disapu angin ribut. Di Desa Kecik, terdapat satu rumah yang rusak tertimpa pohon mangga. Hingga Minggu (17/4/2016) pagi, warga dibantu relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen bekerja bakti memperbaiki kerusakan.

”Kejadian sekitar pukul 16.00 WIB. Sebenarnya hujan turun tidak lebat. Setelah hujan, angin ribut datang selama 15 menit. Ada dua kali sapuan angin ribut dalam 15 menit itu. Sapuan yang pertama lebih besar dari sapuan kedua,” kata Sudartin, 40, warga Dusun Sadang saat ditemui Solopos.com di lokasi, Minggu.

Sudartin menjelaskan angin ribut itu membuat sejumlah genteng di bagian belakang rumahnya berjatuhan. Namun, perbaikan atap rumah itu baru dilakukan pada Minggu pagi. Kebetulan aliran listrik di dusun itu terputus karena ada saluran kabel yang tertimpa pohon tumbang. ”Waktu yang efektif untuk memperbaiki kerusakan ya Minggu pagi, karena tadi malam masih mati lampu,” ujarnya.

Sekretaris Desa Kecik Suripto mengatakan selain merusak 58 rumah, angin ribut juga menumbangkan sekitar 60 pohon. Rata-rata pohon yang tumbang itu adalah pohon jati. Dia bersyukur musibah angin ribut itu tidak menelan korban jiwa.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Heru Wahyudi, mengatakan begitu mendapat laporan dirinya langsung menuju Dusun Sadang pada Sabtu malam. Malam itu dia membawa serta delapan relawan dari BPBD. Pada Minggu pagi, dia kembali menyambangi Dusun Sadang dengan membawa 10 relawan. BPBD juga membawa sejumlah peralatan dan sembako untuk dikonsumsi saat kegiatan gotong-royong berlangsung.

”Prioritas kami adalah menyelamatkan korban bila ada. Beruntung tidak ada korban jiwa, jadi kami fokus membantu warga memperbaiki kerusakan,” jelas Heru Wahyudi.

Selain menerjang Desa Kecik, Heru menjelaskan, pada saat bersamaan angin ribut juga melanda Desa Sribit Kecamatan Sidoharjo. Angin ribut itu menumbangkan puluhan pohon dan merusak satu unit rumah. ”Rumah itu berada di pinggiran kali. Di belakang rumah itu ada barongan [rumpun bambu] yang tumbang menimpa rumah,” kata Heru.

Heru mengaku sudah melaporkan musibah angin ribut itu kepada Bupati Sragen. Dia masih menunggu disposisi dari bupati terkait solusi atas kerusakan rumah-rumah warga itu. ”Kalau mau dibantu genteng, nanti akan ditangani Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Namun, kami masih menunggu disposisi dari Pak Bupati dulu,” papar Heru.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…