Ilustrasi karaoke (JIBI/Semarangpos.com/Dok) Ilustrasi karaoke (JIBI/Semarangpos.com/Dok)
Sabtu, 16 April 2016 08:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

WISATA SALATIGA
Netizen Tantang Satpol Tertibkan Tempat Karaoke Tak Berizin

Wisata Salatiga, yang berada di beberapa tempat seperti Ngawen dan Sarirejo diduga belum berizin.

Solopos.com, SALATIGA – Perizinan sejumlah tempat karaoke di Kota Salatiga yang masih simpang siur menyita perhatian netizen yang tergabung dalam Grup Facebook Jaringan Salatiga Liberal (JSL). Mereka heran bercampur kaget, sebab jika tidak berizin kenapa tempat-tempat karaoke itu hingga kini masih beroperasi.

Keheranan para member JSL ini juga semakin besar karena tempat-tempat karaoke itu juga tak pernah mendapat penertiban dari Pemkot Salatiga, khususnya Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP).

Pertanyaan terkait perizinan tempat-tempat karaoke ini kali pertama diunggah oleh akun Facebook milik Yakub Adi Kristanto.

“Konon kabarnya diduga Beer House di Ngawen belum ada perizinannya menjual miras [minuman keras]. Demikian pula, ada tempat bernyanyi atau karaoke juga sudah habis masa berlaku perizinannya. Kira-kira Pemkot Salatiga cq Kakansatpol PP berani melakukan penertiban terhadap lokasi usaha-usaha tersebut atau hanya berani terhadap PKL saja? Colek pak Walikota, mas Yuli Yanto dan pak Wakil Walikota, Mas Haris,” tulis Yakub di Grup Facebook JSL, Jumat (15/4/2016).

Tulisan Yakub itu pun mengundang berbagai reaksi dari member JSL. Beberapa di antara mereka setuju dengan keberadaan tempat hiburan malam itu asalkan sesuai prosedur, seperti yang diungkapkan akun milik Tursilo Wibowo dan Yenny Manoppo.

“Setuju t4 hiburan boleh, asal semua sesuai prosedur ada izinnya,” tulis akun milik Tursilo Wibowo.

“Perpanjang izin aja jgn sampe usahanya ditutup. Banyak orang asing yang butuh bir di Sl3,” tulis akun Yenny Manoppo.

Meski demikian, beberapa di antaranya juga berharap Satpol PP melakukan tindakan tegas. Mereka ingin Satpol PP bekerja dengan melakukan penertiban terhadap tempat-tempat hiburan malam yang tidak mengantongi izin maupun yang izinnya telah kadaluwarsa.

 ” Perijinan usaha kadaluarsa wae d nengke… yen motor telat pajak wae age age arep nilang.. padahal nominal pajak perijinan usaha luwih gede daripada pajak sepeda motor…. opo pancen getokmen ora reti…? [Perizinan usaha kadaluwarsa saja dibiarkan. Kalau motor telat pajak saja maunya ditilang. Padahal, nominal pajak perizinan usaha lebih besar daripada pajak sepeda motor. Apa memang pura-pura enggak tahu?” tulis pemilik akun Rully Setyawan.

“Nah.. izinnya susah apa sulit? Apa harus sogok sana sini dulu baru keluar?” sambuh Hindiantoro Liem.

lowongan pekerjaan
ERA PLATINUM SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Gerai Matahari dan Penjualan Kembali ke Fungsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Flo. Kus Sapto W., seorang praktisi pemasaran. Alamat e-mail penulis adalah floptmas@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Berita akan ditutupnya dua gerai Matahari di Pasaraya Manggarai dan Blok M, Jakarta, cukup menarik…