Nikita Mirzani (Instagram.com) Nikita Mirzani (Instagram.com)
Sabtu, 16 April 2016 15:45 WIB JIBI/Solopos.com/Detik Hukum Share :

PROSTITUSI ARTIS
Polisi Ungkap Keterangan Nikita Mirzani Beda dengan Muncikari Ari

Prostitusi artis yang menjerat Nikita Mirzani dalam penanganan Bareskrim Polri.

Solopos.com, JAKARTA – Nikita Mirzani dikonfrontir dengan muncikari bernama Ari di Bareskrim Polri hari ini, Jumat (15/4/2016). Keterangan berbeda justru terlontar dari Nikita dan Ari. Kasubdit III Dit Tipidum Bareskrim Kombes Umar S Fana menjelaskan Ari adalah orang yang berhubungan langsung dengan artis seksi ini dalam transaksi prostitusi di Hotel Kempinski, Jakpus pada Desember tahun lalu.

Namun saat dikonfrontir, Nikita dan Ari memberi keterangan yang sama sekali berbeda. “Nikita keterangannya sama sekali berbeda itulah kita panggil Nikita lagi. Alat bukti kita tunjukkan, menurut Nikita bagaimana, menurut Ari bagaimana,” ujar Umar.

Nikita yang ditemui terpisah di Senayan City, Jumat (15/4) malam, membantah mengenal Ari. Dengan santai, ia yang sebelumnya diciduk bersama Puty Revita masih keukeuh bilang dirinya tak terlibat atas kasus ini. “Cuma satu jam. Cuma empat pertanyaan terkait kenal atau enggak sama AR. Udah ngobrol dan jawaban Niki sama kok,” ucapnya.

“Enggak kenal dan AR juga bilang enggak kenal juga,” timpalnya lagi.

Meski begitu, polisi menegaskan Nikita dikonfrontir sekitar dua jam 30 menit. Perbedaan keterangan itu tidak akan menghambat kinerja aparat dalam melengkapi berkas tersangka Ari.

Seperti kasus Amel Alvi dan Robby Abbas di Mei tahun lalu, para artis yang ditangkap dalam kasus prostitusi ini bebas karena hanya berstatus sebagai saksi.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…