Ilustrasi pemberian suara pemilihan umum (JIBI/Solopos/Antara/Dok.) Ilustrasi pemberian suara pemilihan umum (JIBI/Solopos/Antara/Dok.)
Sabtu, 16 April 2016 08:20 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

PILKADA KULONPROGO
Siapa Saja Balon PKB & PDIP P?

Pilkada Kulonprogo, PKB membuka penjaringan internal.

Solopos.com, KULONPROGO-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kulonprogo membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati untuk diusung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017 mendatang, Jumat (15/4/2016). Pendaftaran terbuka untuk umum, baik kader PKB, partai lain, maupun kalangan umum

Juru bicara desk pilkada DPC PKB Kulonprogo, Nur Aini mengungkapkan, proses selanjutnya dari penjaringan internal adalah pendaftaran posisi calon bupati dan wakil bupati. Ketiga nama yang terjaring, selain Noor Harish dan Rahmat Raharjo yang masih dipertahankan, masuk nama Sihabuddin, kader PKB yang saat ini menjadi anggota DPRD Kulonprogo. Langkah ini diharapkan membuktikan keseriusannya dengan mendaftarkan diri. Kendati begitu, pendaftaran juga terbuka untuk siapapun, termasuk kader partai lain dan masyarakat umum.

“Pendaftaran rencananya mulai 15 April besok dan dibuka selama 15 hari kerja,” ujar dia, Jumat (15/4/2016)

Persiapan menghadapi pilkada 2017 juga terus dilakukan PDI Perjuangan. Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Istana mengatakan, para calon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftarkan diri akan menghadapi tahap assessment, fit and proper test, dan wawancana di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan pada Rabu (20/4/2016) pekan depan. Mereka adalah Hasto Wardoyo, Novida Kartika Hadi, Suradi, Sutedjo, Yuliyantoro, Bambang Ratmoko, dan Ponimin Budi Hartono.

“Ada satu calon bupati dan enam calon wakil bupati yang kemarin mengembalikan formulir pendaftaran. Nanti dinilai sejauh mana keseriusan mereka,” ucap Istana, Jumat (15/4/2016).

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…