Bersihkan Jalur Mudik (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto) Bersihkan Jalur Mudik (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Sabtu, 16 April 2016 04:10 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
Pemkot Gagas Ruang Terbuka Biru

Ruang terbuka biru secara teknis lebih pada menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang.

 

Solopos.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja tengah menggagas kemungkinan pembangunan ruang terbuka biru untuk melengkapi kawasan ruang terbuka hijau sebagai konsep pembangunan berwawasan lingkungan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Jogja, Edy Muhammad mengatakan ruang terbuka biru secara teknis lebih pada menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang. Sementara ruang tebuka biru menjaga pemenuhan udara segar. Namun kedua istilah itu memiliki kesamaan dalam menjaga lingkungan.

Gagasan itu diakui Edy saat ini masih dalam kajian bersama akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), “Bulan depan mudah-mudahan sudah ada hasil kajian dan lokasi yang bisa dijadikan ruang tebuka biru,” kata Edy saat ditemui di Masjid Komplek Balai Kota Jogja, Jumat (15/4/2016).

Edy mengatakan ruang terbuka biru lebih mengedepankan penyediaan air. Dalam teknisnya, bisa membuat tampungan dari sumber mata air, seperti Embung Langensari, di Gondokusuman yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO).

Pihaknya masih mengkaji titik mana saja yang memungkinkan dibangun ruang terbuka hijau. Salah satu yang masuk kajian adalah di kawasan Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo yang saat ini digunakan sebagai area persawahan.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…