Nelayan pantai selatan Bantul (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja) Nelayan pantai selatan Bantul (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 16 April 2016 22:20 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

NELAYAN PANTAI SELATAN
Nelayan di Depok Harus Miliki Nilai Tambah

Nelayan pantai selatan di kawasan Depok disarankan memiliki nilai tambah dari hasil tangkapannya

Solopos.com, BANTUL- Pemberdayaan nelayan di wilayah Depok hingga saat ini dinilai sudah maju, pasalnya kesejahteraan nelayan di Depok jika dibandingkan dengan nelayan di wilayah lain sudah jauh lebih berkembang.

Hanya saja kemajuan pemberdayaan nelayan tersebut masih belum diimbangi dengan nilai tambah dari para nelayan itu sendiri.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengatakan meskipun terbilang baru, nelayan di Depok sudah mulai mengenyam hasilnya.

“Hanya saja mereka masih perlu meningkatkan nilai tambah para nelayan itu sendiri, hal demikian dilakukan untuk semakin meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” paparnya, Jumat (15/4/2016).

Nilai tambah dari para nelayan di Depok menurut GKR Hemas, bisa dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan berbagai potensi yang ada di sekitar Depok

“Pendidikan bagi nelayan dan generasinya sangatlah penting hal tersebut harus dilakukan untuk memajukan berbagai potensi yang ada wilayah ini seperti contohnya untuk budidaya pembuatan garam laut,” ujarnya.

Sementara itu menurut Lurah Desa Parangtritis Topo, memang untuk saat ini kesejahteraan nelayan di Depok masih tidak menemui permasalahan yang besar.

“Hasil laut terbilang masih stabil, melihat untuk saat ini jumlah nelayan yang ada di Depok jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” tegas Topo.

Menurutnya dalam menanggapi usulan untuk meningkatkan nilai tambah bagi para nelayan, ia memang menyetujuinya. Namun berdasarkan pengaaman lalu sektor nilai tambah yang nilai ekonominya tidak begitu besar untuk dikembangkan di wilayah Depok masih susah

“Sebenarnya untuk pemberdayaan petani garam sudah dua kali pernah dilakukan, para nelayan juga sudah bisa membuat garam, selain alat untuk produksi yang mudah dan garam yang dihasilkan pun juga terbilang bagus,” katanya.

Namun, hasil dari produksi garam masih belum banyak sehingga para nelayan masih belum ada minat untuk mengembangkan sektor tersebut.

griya mambu kuning, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Harga Tertentu Beras Tertentu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (7/8/2017). Esai ini karya Feriana Dwi Kurniawati, Kepala Seksi Usaha Tani dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah feriana_dk@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Pemerintah telah mengumumkan mulai…