Ilustrasi pekerja proyek (JIBI/Dok) Ilustrasi pekerja proyek (JIBI/Dok)
Sabtu, 16 April 2016 07:40 WIB Sunartono Sleman Share :

INFRASTRUKTUR
Material Tanggul Jebol Tutup Kolam Kelompok Tani

Tanggul yang baru dibangun setahun silam ini kembali jebol setelah dihantam banjir saat cuaca ekstrim yang terjadi beberapa waktu lalu.

 

Solopos.com, SLEMAN – Material tanggul irigasi Glendongan yang jebol masih berserakan menutupi sejumlah kolam milik kelompok tani ikan Santan Mino Lestari Dusun Kalongan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (15/4/2016). Tanggul yang baru dibangun setahun silam ini kembali jebol setelah dihantam banjir saat cuaca ekstrim yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tanggul irigasi di kawasan perikanan Santan, Kalongan, Maguwoharjo ini baru saja diperbarui dengan dibangun pada akhir Nopember 2014 silam. Tetapi karena diduga pondasi tidak kuat, ketika itu jebol sepanjang 20 meter pada pertengahan Desember 2014. Puluhan kolam milik petani ikan pun terendam. Karena masih menjadi tanggungjawab pelaksana proyek, di bulan yang sama tanggul langsung diperbaiki. Meski demikian, tangul itu kembali jebol beberapa waktu lalu saat terjadi hujan deras mengguyur di Bulan April 2016.

Jebolnya tanggul saat ini tidak saja merugikan petani karena ikan terbawa arus, namun material bebatuan dan pasir menutup sejumlah kolam ikan yang berada di bawah tanggul. Akibatnya kolam tidak bisa dimanfaatkan dan material masih menumpuk dan belum ada perbaikan.

Ilyas salahsatu petani ikan menjelaskan, jebol tanggul itu terjadi saat hujan deras mengguyur beberapa waktu lalu. Air dari saluran irigasi Glendongan yang meluber perlahan menggerus tanggul sisi terluar. Akibatnya secara perlahan mengikis material bagian bawah dan merobohkan beton penahan. Materil yang terbawa arus tersebut pun memenuhi kolam milik pribadi maupun kelompok tani. “Kejadiannya belum lama, waktu itu hujan deras siang hari, sore banjir dan jebol saat itu juga,” terangnya saat ditemui Harian Jogja, di kawasan perikanan tersebut kemarin.

Ada empat kolam berukuran dengan luas masing-masing 40 meter persegi yang teredam pasir dan material longsoran. Dua kolam di sisi selatan adalah milik pribadi warga bernama Agus dan Giyono. Sedangkan dua kolam lagi milik kelompok tani yang kebetulan sebagai tempat jual beli ikan. Dua kolam tersebut berisi ikan siap konsumsi karena menjadi jujugan pembeli sehingga stok ikan selalu tersedia di kolam itu. Sayangnya saat kejadian teredam material dan lumpur. Saat ini untuk melayani pembeli, kelompok tani menggunakan kolam lain yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi ambrolnya tanggul.

Tanggul itu itu berukuran lebar sekitar dua meter. Dengan tinggi sekitar tujuh meter. Untuk mengantisipasi longsor yang terus meluas, petani ikan menutup titik longsoran dengan terpal. Tujuannya, jika saluran irigasi meluber supaya airnya melewati di atas terpal dan tidak mengerus material yang masih tersisa. “Yang dikhawatirkan saat saluran meluap, itu kalau tidak dipasang terpal bisa habis malah longsor semua,” imbuh Ilyas sembari memberi makan ikan.

Peristiwa itu telah dilaporkan ke petugas penyuluh lapangan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman. Meski demikian belum ada tanda-tanda dilakukan perbaikan.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…