Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan Basuki Tjahaja Purnama melakukan sidak (blusukan) bersama di Kampung Deret Petogogan, Jakarta, Kamis (27/2/2014). Blusukan bersama ini bertujuan untuk menguasai persoalan yang ada di lapangan. (JIBI/Solopos/Antara/Dhoni Setiawan) Joko Widodo (kiri), saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.(JIBI/Solopos/Antara/dok)
Jumat, 15 April 2016 15:30 WIB Asteria Desi Kartika Sari/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

SUAP REKLAMASI JAKARTA
Ahok Klaim Jokowi Tak Persoalkan Reklamasi

Suap reklamasi Jakarta membuat proyek itu menjadi perdebatan. Namun, Ahok mengklaim Presiden Jokowi tak mempermasalahkan reklamasi.

Solopos.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mempermasalahkan reklamasi. Apalagi reklamasi sudah dilakukan di berbagai negara, tak hanya di Indonesia.

Meski begitu, kata Ahok, Presiden mengatakan tetap harus ada persyaratan yang harus dipenuhi. “Yang penting jangan merusak lingkungan kata Presiden. Kedua, jangan sebabkan banjir, porsi biaya tambahan harus ada. Presiden saat jadi gubernur, bilang saya dari masih wagub sudah ribut sama pengembang,” kata Ahok di Balai Kota, Jumat (14/4/2016).

Ahok mengungkapkan Jokowi mengingatkan agar reklamasi dilihat dari berbagai aspek seperti kewajiban fasilitas umum (fasum) serta fasilitas sosial (fasos) dibebankan kepada para pengembang yang ikut dalam proyek reklamasi. Kewajiban tersebut dilakukan untuk memfasilitasi warga memiliki rumah di sekitar lokasi.

“Jangan sampai orang-orang asal Tangerang, Depok, atau Bekasi yang bekerja di sana tidak memiliki rumah,” kata Ahok. Pemprov DKI Jakarta juga tidak menggunakan APBD untuk menyediakan fasum dan fasos itu.

“Di situ fasum 45 persen dan ada tanah komersial 5%. Tak mungkin kan menggunakan APBD untuk bangun fasum atau fasos di sana, pengembang keenakan kalau begitu,” kata Ahok.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…