Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki ruangan ketika melakukan penggeledahan di Kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jakarta, Jumat (1/4/2016). Penggeledahan tersebut dilakukan menyusul tertangkapnya tiga orang yang mencoba melakukan penyuapan terkait kasus PT Brantas Abipraya yang ditangani Kejati DKI Jakarta. (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir) Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki ruangan ketika melakukan penggeledahan di Kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jakarta, Jumat (1/4/2016). Penggeledahan tersebut dilakukan menyusul tertangkapnya tiga orang yang mencoba melakukan penyuapan terkait kasus PT Brantas Abipraya yang ditangani Kejati DKI Jakarta. (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir)
Jumat, 15 April 2016 16:13 WIB Muhammad Khadafi/JIBI/Bisnis Hukum Share :

SUAP PT BRANTAS ABIPRAYA
Jaksa Agung Sebut Tak Ada Pelanggaran, Kejakti DKI Aman

Suap PT Brantas Abipraya membuat Kejakti DKI Jakarta disorot. Namun, Jaksa Agung menyebut tak ada pelanggaran.

Solopos.com, JAKARTA — Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran disiplin di Kejaksaan Tinggi (Kejakti) DKI Jakarta. Hal itu dinyatakan Prasetyo setelah Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Widyo Pramono menyerahkan rekomendasi tim klarifikasi dugaan suap di Kejakti DKI oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Brantas Abipraya.

Prasetyo mengaku rekomendasi tim klarifikasi Jamwas menyatakan tidak ditemukan pelanggaran yang dilakukan jaksa di Kejakti DKI. Dengan demikian Kejaksaan Agung (Kejakgung) tidak akan memberikan sanksi. “Kalau tidak salah kenapa harus rotasi? Kalau salah kita proses,” ujar Prasetyo, Jumat (15/4/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, atas instruksi Jaksa Agung, Widyo membentuk tim khusus untuk mengklarifikasi dugaan suap di Kejakti DKI. Dugaan tersebut muncul seusai operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (31/3/2016) lalu.

Dalam OTT, KPK menangkap tiga orang dan ditemukan dugaan suap sebagai upaya untuk menghentikan penyelidikan dugaan korupsi PT Brantas Abipraya di Kejakti DKI.

Setelah itu, KPK memanggil Kajakti DKI Jakarta Sudung Situmorang dan beberapa anak buahnya sebagai saksi. Sementara dua orang petinggi PT Brantas Abipraya ditetapkan sebagai tersangka, serta satu orang yang diduga sebagai perantara suap.

Saat itu, Jaksa Agung membantah ada jaksa yang terkena OTT KPK. Bantahan tersebut muncul menyusul beredarnya kabar ada jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejakti) DKI Jakarta yang tertangkap tangan.

“Tidak ada jaksa tertangkap KPK. Memang KPK melakukan OTT ada tiga orang. Yang pasti tidak ada jaksa yang ditangkap,” kata Prasetyo di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta, saat itu.

lowongan pekerjaan
Accounting, Adminidtrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Bangjo untuk Citra Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/9/2017). Esai ini karya Sugeng Riyanto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah ust.sugeng@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Solo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota…