Eksekusi sengketa lahan Masjid Al-Basyariyah, Kabupaten Madiun, Kamis (28/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo) Eksekusi sengketa lahan Masjid Al-Basyariyah, Kabupaten Madiun, Kamis (28/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Jumat, 15 April 2016 19:50 WIB JIBI/SOLOPOS/ANTARA Semarang Share :

SENGKETA LAHAN SEMARANG
Kodam Digugat Atas Penguasaan Lahan di Semarang

Sengketa lahan Semarang kali ini terjadi antara Kodam IV/Diponegoro dengan warga sipil terkait sebidang tanah seluas lebih dari 2000 meter persegi.

Solopos.com, SEMARANG – Seorang warga sipil di Semarang menggugat Kodam IV/ Diponegoro atas penguasaan sebidang lahan di wilayah Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Jawa Tengah, seluas lebih dari dua ribu meter persegi.

Kuasa hukum pengugat, Listyani, mengatakan gugatan tersebut dilayangkan atas dugaan adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro.

“Gugatan diajukan atas nama Heru Purwanto dan tujuh saudaranya,” kata Listyani, Jumat (15/4/2016).

Objek sengketa dalam gugatan itu, lanjut Listyani, yakni dua sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas lahan yang berada di sebelah kanan taman makam pahlawan Semarang. Dua sertifikat itu diblokir oleh Kodam pada 1995.

Dalam tuntutannya, pengugat meminta Kodam Diponegoro membongkar seng yang menutupi areal sekitar lahan sengketa tersebut. Selain itu, tergugat juga diminta membayar ganti rugi yang total nilainya mencapai Rp7,24 miliar.

“Gugatan sudah dimasukkan ke PN Semarang, masih menunggu jadwal sidang,” katanya.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…