RSUD dr. Iskak Tulungagung (rsudtulungagung.com)
Jumat, 15 April 2016 01:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

RUMAH SAKIT TULUNGAGUNG
Kemenkes Tunjuk RSUD dr. Iskak Tulungagung sebagai RS Pendidikan

Rumah sakit Tulungagung ini terkait penetapan RSUD dr. Iskak sebagai RS pendidikan.

Solopos.com, TULUNGAGUNG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dengan demikian, RSUD itu bisa digunakan sebagai kampus sekaligus tempat praktikum bagi mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya, Malang.

“Ke depan selain berkewajiban melayani pasien, rumah sakit juga menjadi kampus bagi mahasiswa kedokteran,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Medik Kemenkes Ina Rasalina saat peresmian RSUD dr Iskak sebagai rumah sakit pendidikan di Tulungagung, Rabu (13/4/2016).

Ina memastikan RSUD dr. Iskak memenuhi persyaratan administratif maupun infrastruktur sebagai rumah sakit pendidikan. Hal itu mengacu hasil verifikasi serta audit pelayanan medis yang dilakukan oleh tim verifikasi yang dibentuk Kemenkes secara bertahap sejak 2007.

Saat ini, kata dia, rumah sakit yang ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan baru 67 unit dari total 320 rumah sakit di seluruh Indonesia yang telah masuk daftar akreditasi Kementerian Kesehatan.

Penetapan RSUD dr. Iskak sebagai rumah sakit pendidikan, kata Ina, akan memudahkan para mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang untuk belajar sekaligus praktikum langsung melayani penanganan berbagai penyakit yang dialami pasien rumah sakit.

“Selama ini kampus tersebut baru bekerja sama dengan RSUD dr Saiful Anwar Malang yang berstatus rumah sakit pendidikan utama,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai kampus atau laboratorium bagi mahasiswa kedokteran, penetapan status tersebut membawa konsekuensi bagi tenaga medis, khususnya dokter di RSUD dr Iskak.

Sebab, kata dia, selain tugas melayani pasien setiap dokter di RSUD dr Iskak juga harus melakukan penelitian dan pendidikan/pengajaran kepada mahasiswa kedokteran seperti layaknya kewajiban pengajar di kampus.

“Dokter yang melamar di rumah sakit ini harus mau jadi dosen, kalau tidak silakan cari rumah sakit lain,” kata Ina.

Direktur RSUD dr. Iskak, Supriyanto, menyatakan kesiapan infrastruktur dan dokter di rumah sakitnya menjadi tempat belajar mahasiswa kedokteran.

“Saat ini jumlah pegawai di rumah sakit ini sebanyak 1.987 orang dengan jumlah tempat tidur pasien 432 unit. Infrastruktur dan SDM kami sangat siap menjadi dosen semua,” katanya.

Untuk menunjang kebutuhan itu, kata Supriyanti, saat ini RSUD dr. Iskak mempersiapkan bangunan asrama untuk mahasiswa di dekat area rumah sakit.

“Nantinya asrama itu akan menampung para mahasiswa kedokteran Unibraw yang menempuh pendidikan di Tulungagung,” ujar Supriyanto.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tenaga gudang, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…