Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi jenazah. (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 15 April 2016 16:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PENEMUAN MAYAT PACITAN
Mayat Kakek-Kakek Tersangkut di Sungai Nggowong

Penemuan mayat Pacitan menggegerkan warga Desa Ngumbul, Tulakan, Pacitan.

Solopos.com, PACITAN — Warga Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, Pacitan, digegerkan dengan penemuan mayat seorang kakek-kakek yang tersangkut di semak-semak di tepian Sungai Nggowong desa setempat, Rabu (13/4/2016). Mayat tersebut saat ditemukan sudah mulai membusuk.

Setelah diidentifikasi polisi, mayat tersebut bernama Jemani, 87, warga Desa Ngumbul, Tulakan. Korban dikabarkan telah menghilang sejak Senin (11/4/2016).

Menurut keterangan anak korban, Mujianto, pada Senin sekitar pukul 07.00 WIB, Jemani pamit hendak mandi di Sungai Nggowong. Tetapi setelah itu korban tidak kembali ke rumah.

Keluarga sempat mencari korban di sekitar sungai Nggowong, tetapi korban tidak ditemukan. “Saat itu, kondisi di sungai Nggowong memang sedang banjir dan arus airnya deras sekali,” kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman polrespacitan.com, Jumat (15/4/2016).

Mujianto menambahkan setelah tiga hari menghilang, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Saat ditemukan warga setempat, mayat korban tersangkut di semak-semak dengan tidak mengenakan pakaian sama sekali.

Kasubag Humas Polres Pacitan, AKP Pujiyono, mengatakan polisi mendapat laporan dari warga adanya penemuan mayat korban di Sungai Nggowong. Penemuan mayat kakek-kakek itu berada sekitar 1,5 kilometer dari lokasi saat korban menghilang.

“Selanjutnya polisi mengevakuasi mayat tersebut dan membawanya ke rumah duka. Sedangkan keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…