Pedagang kaki lima (PKL) mendorong gerobak saat mengikuti kirab Boyongan PKL Citywalk di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jumat (1/4/2016). Kirab boyongan tersebut diikuti 54 PKL yang direlokasi dari citywalk, Jl. Slamet Riyadi ke kawasan sisi selatan dan timur Stadion Sriwedari. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos) Pedagang kaki lima (PKL) mendorong gerobak saat mengikuti kirab Boyongan PKL Citywalk di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jumat (1/4/2016). Kirab boyongan tersebut diikuti 54 PKL yang direlokasi dari citywalk, Jl. Slamet Riyadi ke kawasan sisi selatan dan timur Stadion Sriwedari. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Jumat, 15 April 2016 15:40 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos Solo Share :

PENATAAN PKL SOLO
Ini Pilihan Lokasi PKL Gerobak Kuning Berjualan

Penataan PKL Solo, Pemkot memberi lampu hijau PKL gerobak kuning berjualan di luar Sriwedari.

Solopos.com, SOLO–Pemkot Solo mempersilakan pedagang kaki lima (PKL)  gerobak kuning menggelar dagangan di lokasi lain di luar selatan Stadion Sriwedari. Dengan syarat, lokasi berjualan berada di kawasan khusus PKL yang ditetapkan Pemkot, seperti selter atau pasar tradisional.

Saat ini, Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) mengungkapkan sejumlah PKL telah membuka lapak di selter Baron Jl. Dr. Wahidin dan Pasar Penumping. Kepala DPP Subagiyo beralasan memberi toleransi bagi PKL gerobak kuning untuk menggelar dagangan di lokasi lain karena mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Sepanjang, lokasi yang digunakan bukan di area city walk Jl. Slamet Riyadi, namun kawasan khusus PKL.

“Beberapa PKL mengajukan permohonan jualan di selter Baron dan Pasar Penumping. Sekarang ada tiga PKL gerobak kuning di selter Baron dan Pasar Penumping. Di Pasar Penumping masih bisa menampung 12 PKL,” kata Subagiyo ketika dijumpai wartawan di sela-sela Peletakan Batu Pertama Pembangunan Joglo Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Jumat (15/4/2016).

Subagiyo mengakui puluhan pedagang gerobak kuning hingga kini belum mau menggelar dagangan di sisi selatan Stadion Sriwedari sejak boyongan, Jumat (1/4/2016) lalu. Dari 55 PKL, Subagiyo mengatakan hanya 10 pedagang yang membuka lapak di selatan Stadion Sriwedari. Menurutnya, jumlah ini terus mengalami penambahan dari sebelumnya hanya dua pedagang menggelar dagangan.

Subagiyo menuturkan tak mengetahui secara pasti alasan pedagang belum menggelar dagangan di selatan Stadion Sriwedari. Yang jelas, Pemkot sudah melengkapi sarana dan prasarana pendukung seperti fasilitas tempat mandi cuci kakus (MCK), dan air bersih di lokasi tersebut.

“Kami sudah sediakan fasilitas MCK, air bersih dan lain sebagainya. Tapi pedagang masih saja belum mau berjualan,” katanya.

Disinggung apakah pihaknya akan melayangkan surat peringatan (SP) bagi PKL gerobak kuning yang tak menggelar dagangan di sisi selatan Stadion Sriwedari, Subagiyo mengaku hanya sebatas memberi pembinaan. Subagiyo merasa yakin pedagang akan menggelar dagangan di sisi selatan Stadion Sriwedari. DPP, lanjutnya, tengah menyiapkan rencana pembangunan selter di sisi selatan Stadion Sriwedari. Selter ini nantinya diperuntukkan bagi PKL gerobak kuning.

“PKL akan kita seleksi mana yang mau berjualan di selter itu atau tidak. Kalau mau jualan disana ya kami siapkan selter, sebaliknya jika tidak akan kami coret dari daftar penerima selter,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan tidak akan mengubah kebijakan penempatan PKL di sisi selatan Stadion Sriwedari. PKL dilarang kembali lagi menggelar dagangan di area city walk atau kawasan khusus bagi pejalan kaki di Jl. Slamet Riyadi. Beberapa pertimbangan Pemkot di antaranya rencana pembangunan drainase city walk yang akan dikerjakan tahun ini.

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…