Beberapa pekerja memperbaiki gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kulonprogo, Kamis (14/4/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja) Beberapa pekerja memperbaiki gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kulonprogo, Kamis (14/4/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 15 April 2016 17:20 WIB Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

PELAYANAN PUBLIK
Ruang Pelayanan Disdukcapil Kulonprogo Dialihkan Sementara

Pelayanan publik di Dinas Dukcapil Kulonprogo sementara dialihkan

Solopos.com, KULONPROGO -Gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kulonprogo mulai direhabilitasi sejak Senin (11/4/2016). Ruang pelayanan pun dialihkan sementara dengan memanfaatkan lorong di sisi barat yang bersebelahan kantin.

Kepala Dinas Dukcapil Kulonprogo, Djulistya mengatakan, gedung utama instansinya belum pernah direhabilitasi sejak dibangun pada 1994 lalu. Dia pun mengaku mendapat laporan mengenai keluhan masyarakat yang merasa kurang nyaman dengan keterbatasan kondisi ruang pelayanan.

Dana sebesar Rp199,5 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kulonprogo 2016 kemudian dialokasikan untuk memperbaiki tampilan muka gedung dan ruang pelayanan.

Kegiatan pelayanan berbagai administrasi kependudukan, kemudian dialihkan ke lorong di sisi barat gedung utama. Beberapa jendela dibuka dan difungsikan sebagai loket pelayanan. Sejumlah bangku juga diletakkan di lorong tersebut agar bisa dipakai masyarakat selama menunggu antrean. “Pelayanan tetap berjalan meski tentu saja kenyamanan masyarakat jadi berkurang,” ujar Djulistya, Kamis (14/4/2016).

Selain perbaikan gedung, Djulistya mengatakan ada beberapa mebel di ruang pelayanan yang akan diganti dengan nilai anggaran mencapai Rp104,55 juta. Daya listrik gedung yang saat ini 33000 VA juga bakal ditambah menjadi 53000 VA. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

Rehabilitasi fisik terhadap gedung Dinas Dukcapil Kulonprogo membutuhkan waktu dua bulan. Meski demikian, lanjut Djulistya, masyarakat diminta bersabar hingga tiga atau empat bulan ke depan.

Hal itu karena rehabilitasi langsung dilanjutkan dengan tahap perbaikan interior ruang pelayanan. “Maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Nantinya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Djulistya.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…