Harry Azhar Azis (kanan) saat masih menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berbincang dengan Ketua DPD Irman Gusman (kiri) sebelum Sidang Paripurna Luar Biasa kelima dengan agenda Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II (IHPS) dan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK kepada DPD di Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/4/2016). (JIBI/Solopos/Antara/dok)
Jumat, 15 April 2016 16:00 WIB Kurniawan A. Wicaksono/JIBI/Bisnis Hukum Share :

PANAMA PAPERS
Dipanggil Dirjen Pajak, Ini Pembelaan Ketua BPK Soal Perusahaannya

Panama Papers menyebut nama Harry Azhar Aziz yang kini jadi Ketua BPK. Dia tetap menyebut perusahaannya di Hong Kong tak pernah bertransaksi.

Solopos.com, JAKARTA — Setelah namanya muncul di Panama Papers, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz melakukan klarifikasi pajak atas Surat Pemberitahuan (SPT) PPh OP tahun pajak 2015. Maklum, kemunculan namanya di Panama Papers membuat namanya disorot publik, termasuk oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Klarifikasi tersebut dilakukanya secara langsung di Kantor Pusat Ditjen Pajak (DJP), Jumat (15/4/2016). Harry menyampaikan kedatangannya merupakan pemenuhan atas panggilan langsung dari otoritas pajak.

“Saya hadir kemari bukan sebagai Ketua BPK, tapi wajib pajak yang patuh. Dan saya telah mengklarifikasikan bahwa saya memiliki–sejak waktu masih di DPR–perusahaan yang ada di Hong Kong yang kemudian dikenal dengan istilah di media-media itu [masuk] Panama Papers,” jelasnya dalam konferensi pers.

Harry mengaku perusahaan cangkangnya sudah ada sejak 2010. Namun pihaknya mengklaim hingga saat ini tidak ada transaksi sama sekali. Dia juga mengaku telah mengundurkan diri sejak 2014, saat akan menjadi Ketua BPK tapi baru secara resmi lepas per 1 Desember 2015.

“Tahun 2010 dan tidak ada transaksi sama sekali. Tidak ada juga aset yang saya apakan,” tandasnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…