Gelandang serang Timnas Indonesia U-23, Bayu Gatra (kanan), saat berebut bola dengan pemain Myanmar, Nay Phyo Aung (kiri), pada pertandingan penyisihan grup B SEA Games 2013 di Stadion Youth Training Center, Yangon, Myanmar, Senin (16/12). Indonesia melaju ke final SEA Games dan berjumpa dengan Thailand. JIBI/Solopos/Antara/Deni Mahendra
Jumat, 15 April 2016 19:15 WIB JIBI/SOLOPOS/Viva Indonesia Share :

MASA DEPAN PEMAIN
Pilih MU, Bayu Gatra Tolak Gaji 2 Kali Lipat

Masa depan Bayu Gatra di Madura United (MU) sudah jelas. Eks pemain Sriwijaya FC ini menolak gaji 2 kali lipat di klub lamanya.

 

 
Solopos.com, MALANG — Bayu Gatra Sanggiawan akhirnya berlabuh di Madura United (MU) musim ini, padahal sebelumnya baru bergabung Sriwijaya FC. Apa alasannya pindah begitu cepat?

Saat ini, Madura United memang tengah membangun tim dengan pemain berkualitas. Fabiano Beltrame, Toni Mossi, dan beberapa nama top lainnya sudah merapat.

Kali ini, Bayu Gatra yang secara mengejutkan hijrah ke Palembang menuju Madura jelang bergulirnya Indonesia Soccer Championship (ISC) akhir April 2016 mendatang. Banyak yang mempertanyakan alasannya.

Pemain kelahiran Jember 1991 itu mengaku memilih bergabung dengan “Laskar Sape Kerap” bukan karena iming-iming kontrak yang besar. Dia memilih MU lantaran faktor keluarga dan keinginan sendiri untuk membawa MU sukses di ISC nanti.

“Saya sudah ngomong ke pelatih dan juga Pak Haruna (Soemitro, manajer MU), saya ingin maksimal dan tunjukkan permainan terbaik di sini,” kata Bayu Gatra di sela-sela pemusatan latihan MU di Batu, Malang, Jumat (15/4/2016).

Madura United menurutnya punya bekal untuk menjadi juara. Tim yang sukses menembus final turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur itu tak kalah jika dibandingkan dengan tim lain peserta ISC.

Bayu pun rela menolak pinangan klub lain yang menurutnya menawarkan lebih banyak gaji dibandingkan Madura United. Menurut Bayu, ada tiga klub yang siap memberikan bayaran dua kali lipat dibanding yang ia dapat di MU saat ini.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…