Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)
Jumat, 15 April 2016 09:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

LONGSOR PONOROGO
Hujan Picu Longsor di Ponorogo dan Madiun, Ini Dampaknya

Longsor Ponorogo dan juga Madiun menyebabkan ruas jalan terputus dan merobohkan rumah.

Solopos.com, PONOROGO – Tanah longsor terjadi di beberapa titik di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Madiun, Kamis (14/4/2016). Akibatnya, sejumlah ruas jalan antardesa terputus serta beberapa rumah penduduk rusak berat.

Kapenrem 081/DSJ Mayor Inf Hery Suprapto Wardoyo dalam siaran pers, Kamis, memastikan tidak ada korban dalam sejumlah bencana tersebut. Namun, tanah longsor menyebabkan beberapa ruas jalan antardesa terputus dan dua rumah warga rusak di Desa Bedoho, Kecamatan Sooko, Ponorogo dan Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Madiun.

“Ada beberapa titik longsor di mana TNI di wilayah itu telah berpartisipasi membantu proses normalisasi jalan maupun pembersihan material bangunan yang roboh akibat diterjang longsor,” kata Hery Suprapto Wardoyo.

Komandan Kodim 0802 Ponorogo Letkol (Inf) Slamet Sarjianto mengatakan tanah longsor yang terjadi di Desa Wagir mengakibatkan jalan utama Desa Ngebel menuju arah Desa Wagir di Kecamatan Ngebel nyaris terputus total.

Dampaknya, kata Dandim, aktivitas warga kedua desa terganggu karena harus melalui jalur memutar. “Saat ini kondisi jalur di beberapa titik longsoran sudah normal kembali, untuk rumah yang rusak/roboh sudah dibersihkan,” ujar dia.

Selain longsor yang memutuskan akses jalan antardesa, Dandim mengonfirmasi ada satu rumah milik Mesiran di Desa Bedoho Kecamatan Sooko yang rusak parah tertimpa material longsor.

Akibatnya, pemilik rumah Mesiran, 42, menderita kerugian sekitar Rp50 juta karena rumahnya yang terbuat dari kayu ukuran 6 x 8 meter tertimpa longsoran tanah setinggi 20 meter hingga rata dengan tanah.

Sementara itu, longsor dilaporkan juga terjadi di wilayah Madiun yang berbatasan dengan Ponorogo. Komandan Kodim 0802 Madiun Letkol (Inf) Rahman Fikri mengatakan material longsor sepanjang delapan meter dan tinggi empat meter sempat menutupi jalan penghubung Desa Batok-Durenan, Kecamatan Gemarang, akibat hujan deras sejak Rabu (13/4/2016).

“Sudah diupayakan pembersihan, namun tidak maksimal dan dilanjutkan hari ini tadi,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…