Ilustrasi jaringan distribusi listrik PT PLN (Persero) (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi jaringan distribusi listrik PT PLN (Persero) (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 15 April 2016 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

LISTRIK JATIM
Surplus Listrik Jatim Diprediksi Capai 5.000 MW pada 2021

Listrik Jatim diyakini bakal surplus hingga 5.000 MW pada 2021 mendatang.

Solopos.com, PASURUAN – Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun empat pembangkit listrik baru di wilayah Jawa Timur. Kebijakan itu jika terealisasi diprediksi memicu surplus listrik di wilayah setempat hingga 5.000 megawatt (MW) pada 2021, atau meningkat sekitar 3.000 MW dari surplus saat ini yang mencapai 2.000 MW.

Empat pembangkit itu akan berada di Grati, Pasuruan, dengan kapasitas 450 MW, lalu di Tanjung Awar-awar, Tuban kapasitas 350 MW, ditambah dua pembangunan pembangkit baru lainnya di Perak sebesar 500 MW dan Gresik kapasitas 800 MW, sehingga totalnya akan ada tambahan daya sebesar 2.100 MW.

Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PT PLN Distribusi Jatim Wisnu Yulianto, Kamis (14/4/2016), mengatakan surplus listrik itu diprediksi setara dengan beban puncak listrik di Jatim yang saat ini yang mencapai 6.000 MW.

“Dengan adanya tambahan daya ini artinya PLN sangat siap menghadapi pertumbuhan industri ke depan yang bisa memicu pertumbuhan ekonomi Jatim, sebab tumbuhnya ekonomi berbanding lurus dengan keberadaan kapasitas listrik,” kata Wisnu kepada wartawan di Pasuruan.

Wisnu menguraikan dalam waktu dekat yang sudah bisa beroperasi adalah pembangkit listrik di Tanjung Awar-awar, yakni pada September 2016. Untuk pembangkit di Perak dan Grati, kata Wisnu, akan beroperasi pada tahun 2017, serta pembangkit di Gresik beroperasi secara efektif pada 2018.

“Kami juga akan membangun gardu induk di Banyuwangi dan Tuban dengan total kapasitas mencapai 160 MW, dan target selesai akhir 2016. Semuanya bakal resmi beroperasi pada 2017. Dan jika ditotal bakal ada tambahan 2.260 MW daya listrik di Jatim pada 2018,” kata dia.

Wisnu menjelaskan saat ini daya listrik di Jatim sebesar 5.800 MW dengan beban puncak mencapai 6.000 MW. Sedangkan pasokannya sebesar 8.800 MW, artinya terjadi surplus sekitar 2.800 MW yang kemudian disalurkan ke Jawa Tengah.

“Rencananya, PLN Distribusi Jawa Tengah baru bisa menyuplai kebutuhan listrik di daerahnya sendiri pada tahun 2020 karena saat ini memiliki proyek pembangunan listrik kapasitas total mencapai 2.000 MW,” kata dia.

Wisnu mengatakan jika pembangunan itu sesuai target, surplus listrik Jatim sebesar 2.000 MW yang saat ini masih dialirkan ke Jawa Tengah akan kembali digunakan di Jatim.

Wisnu optimistis, surplus yang semakin besarĀ  itu akan membuat investasi di Jatim ke depan akan tumbuh semakin pesat, dan PLN siap untuk membantu proses pertumbuhan investasi itu dengan daya listrik melimpah.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…