Ilustrasi (JIBI/Antara)
Jumat, 15 April 2016 00:30 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

KOTA LAYAK ANAK
Banyak Warga Merokok Sembarangan, Solo Belum Layak Anak

Kota layak anak akan sulit didapatkan Solo jika masih banyak warga yang merokok sembarangan.

Solopos.com, SOLO – Pelaksanaan program kota layak anak (KLA) yang digadang-gadang Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal terhambat apabila warga masih merokok sembarangan di ruang publik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas PP PA dan KB) Solo, Widdi Srihanto, membenarkan aktivitas warga merokok sembarangan di ruang publik menghambat pencapaian KLA. Dia menganjurkan warga merokok di ruang khusus merokok yang telah banyak tersedia di berbagai ruang publik maupun kantor pelayanan.

“Merokok sembarangan mempengaruhi capaian KLA, terutama keberadaan iklan rokok di zona-zona tertentu. Selain itu, perlu diperhatikan, pelaksanaan Permendikbud No. 64 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah. Pemkot mendorong sekolah untuk benar-benar menjadi kawasan tanpa rokok,” jelas Widdi saat dimintai tanggapan solopos.com, Rabu (13/4/2016).

Widdi menjelaskan sesuai arahan Wali Kota Solo, warga Kota Bengawan mesti mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) didukung dengan penciptaan lingkungan sekolah yang bebas dari pengaruh rokok. Dia yakin Pemkot selama ini mampu mengatur peredaran iklan rokok maupun menjamin sekolah di Solo telah menjadi kawasan bebas rokok.

Widdi tidak menampik asap rokok mengancam keselamatan hidup seseorang, terutama anak-anak dan remaja. Anak-anak dan remaja menjadi korban atas perlakuan orang dewasa yang merokok di ruang publik.

Selain penggunaan rokok, Widdi yang juga menjabat sebagai Kepala BLH Solo tersebut menyebut, Pemkot gencar menangani anak jalanan untuk menyukseskan program KLA.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…