Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, Kolonel (Inf) Maruli Simanjutak berbincang dengan awak media Kota Solo dalam acara coffe morning di Media Center Makorem 074/Warastratama Surakarta, Jumat (15/4/2015). (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, Kolonel (Inf) Maruli Simanjutak berbincang dengan awak media Kota Solo dalam acara coffe morning di Media Center Makorem 074/Warastratama Surakarta, Jumat (15/4/2015). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Jumat, 15 April 2016 12:00 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Tak Berkategori Share :

KETERBUKAAN PUBLIK
Danrem Mendorong Koramil Membuka Diri dengan Wartawan

Keterbukaan publik akan semakin digencarkan TNI dengan mempersilakan wartawan mendapatkan informasi dari Koramil.

Solopos.com, SOLO – Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, Kolonel (Inf) Maruli Simanjutak memersilakan jajaran TNI di tingkat koramil untuk membuka diri kepada wartawan. Menurut Danrem era keterbukaan saat ini sudah saatnya TNI bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui pemberitaan.

“Dulu, anggota TNI yang boleh [diwawancarai] memang hanya setingkat Danrem. Lalu perkembangan zaman, pihak Danramil [koramdan koramil] pun bisa memberikan keterangan kepada wartawan,” ujar Maruli saat menggelar coffe morning di Media Center Makorem 074/Warastratama Surakarta, Jumat (15/4/2016).

Mantan Dan-Grup 1 Paspamres ini berjanji akan segera memberikan penjelasan secara teknis kepada jajaran bawahannya terkait komunikasi dengan insan pers. Seorang Danramil, kata dia, sama sekali tak dilarang memberikan keterangan kepada media sepanjang keterangan yang diberikan kepada wartawan sesuai dengan kapasitas dan relevan dengan bidangnya.

“Misalkan, Danramil menemukan teknis-teknis terbaru cara pemberantasan hama tikus di sawah, silakan wartawan mewawancarainya,” ujarnya.

Maruli mengakui tak semua TNI memahami kinerja dunia wartawan, termasuk materi apa saja yang memiliki nilai berita. Bahkan, lanjut dia, tak sedikit TNI yang berupaya sedapat mungkin tak ditanyai wartawan ketika berpapasan dengan wartawan. Padahal, pandangan tersebut menurutnya sudah tak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

“Dulu saya pernah diajari, kalau ditanyai wartawan jangan sampai tak menjawab. Sebab, ketika kita tak menjawab, maka wartawan punya hak untuk bertanya kepada orang lain atau mengira-kira,” paparnya.

Maruli akan memberikan bekal atau pelatihan khusus bagi anggota TNI agar bisa memahami dunia kerja wartawan.

“Kami bukannya ingin dikenal, tapi kami hanya ingin apa yang telah dilakukan TNI bisa diketahui masyarakat dan menginspirasi orang lain,” tambahnya.

The jagongan, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Nyanyian Sunyi Ekonomi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/9/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Econ-Act Indonesia dan anggota Staf Ahli Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks…