Harry Azhar Azis (kanan) saat masih menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berbincang dengan Ketua DPD Irman Gusman (kiri) sebelum Sidang Paripurna Luar Biasa kelima dengan agenda Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II (IHPS) dan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK kepada DPD di Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/4/2016). (JIBI/Solopos/Antara/dok)
Jumat, 15 April 2016 20:30 WIB Asteria Desi Kartika Sari/JIBI/Bisnis Hukum Share :

KASUS RS SUMBER WARAS
BPK Ketemu Jokowi, Begini Respons Ahok

Kasus RS Sumber Waras menimbulkan perseteruan Ahok vs BPK. Namun, kini Ahok enggan berkomentar soal pertemuan Ketua BPK dengan Jokowi.

Solopos.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok engan berkomentar mengenai pertemuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilakukan pada Kamis (15/4/2016).

Pertemuan tersebut membahas tentang audit investigasi pembelian Rumah Sakit Sumber Waras. “Tak apa-apa, bebas saja Ketua BPK mau bicara apa. Saya tak mau komentari itu,” kata Basuki saat ditemui di Balai Kota, Jumat (15/4/2016).

Ahok tak menginginkan tanggapannya nanti dipolitisasi dan terjadi perdebatan kusir di media massa. Oleh karena itu Ahok justru membiarkan masyarakat sendiri yang menilai terkait berita terkait kasus RS Sumber Waras.

Terkait hal tersebut, Ahok memberikan pepatah dari Tiongkok yang mengatakan orang tak boleh sombong selama sebelum bunyi empat paku di atas peti mati. “Makanya kalo saya komentar terlalu banyak kita berdebat di sini, iya kan?” tambah Ahok.

Dia mengingatkan orang-orang untuk menunggu kebenaran sembari berharap umur mereka panjang dan jangan berdebat tentang sesuatu hal yang tak pasti kebenarannya. Maksudnya, Ahok mengingatkan agar orang-orang menunggu kebenaran dan berharap umur mereka panjang dan jangan berdebat tentang sesuatu hal yang tak pasti kebenarannya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…