Anisa Bahar (Instagram.com) Anisa Bahar (Instagram.com)
Jumat, 15 April 2016 08:00 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Issue Share :

KABAR ARTIS
Bikin Pangling! Lihat Perbedaan Anisa Bahar Sesudah Sedot Lemak

Kabar artis Anisa Bahar menjalani sedot lemak.

Solopos.com, SOLO — Pendangdut Anisa Bahar secara terang-terangan melakukan sedot lemak untuk mendapatkan tubuh langsing sesuai keinginannya.

Dalam satu postingan Anisa Bahar, ibunda pendangdut Juwita Bahar tersebut mengunggah foto sebelum dan sesudah dirinya sedot lemak.

Berdasarkan pantauan pada akun Instagram Anisa Bahar, sebelum sedot lemak, pemilik goyang patah-patah itu memiliki berat badan 78 kilogram. Setelah sedot lemak, berat badan Anisa Bahar jadi 60 Kg.

Anisa Bahar (Instagram.com)

Anisa Bahar (Instagram.com)

Haiii wanita indonesia yuksss ahhh semangat syantikkk kita syantik kurus berjamaah…hehe#WanitaSyantikIndonesiaAntiMalas #WanitaSyantikIndonesiaHarusSehat #AnisaBaharIstimewa #AnisaBaharMahal #RatuGoyangPatahPatah,” tulis @anisabaharnew.

Tak ayal, panampilan baru Anisa Bahar ini membuat heboh penggemarnya.

“Pangling banget,” tulis @emo.kasep.

Mbk anisa tambah cantik kyk umur 20an,” tulis @wulan_yuniarsih.

“Mbak anisa mkn kece bin cetar skrng ehhga kalah muda ama juwitaaaq pkr juwitaaa…nahhh…wkakkaa,” tulis @anneth_scutobpn.

Anisa Bahar dan Ivan Gunawan (Instagram.com)

Anisa Bahar dan Ivan Gunawan (Instagram.com)

Di sisi lain, ada pula yang menasihati Anisa Bahar agar tetap menjaga pola makan, meski berat badannya sudah turun.

Tetep olah raga mbak @anisabaharnew wlw dah turun berat bdn nya. Krn mbak kyknya cepet naik BB nya klo ga dijaga pola mkn nya. Spirit…hidup sehat,” tulis @rini.dwiana.83.

Dalam unggahan lain, Anisa Bahar memberi keterangan bahwa dirinya melakukan trik diet dengan laser lipolysis. Treatment ini membuat tubuhnya langsing dengan cara pintas.

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…