Museum Radyapustaka Solo (JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu) Museum Radyapustaka Solo (JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
Jumat, 15 April 2016 23:30 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos Solo Share :

DANA HIBAH SOLO
Wali Kota Instruksikan Museum Radya Pustaka Segera Dibuka

Dana hibah Solo, Wali Kota menjamin dana hibah untuk Museum Radya Pustaka segera cair.

Solopos.com, SOLO–Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo meminta Museum Radya Pustaka dibuka kembali. Wali Kota menjamin Pemkot akan mencairkan dana hibah secepatnya. Pencairan dana hibah tidak perlu menunggu Komite Museum Radya Pustaka berbadan hukum.

“Saya sudah memberikan disposisi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) segera mencairkan,” kata Rudy sapaan akrabnya kepada wartawan di sela-sela Mider Praja di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Jumat (15/4/2016).

Rudy mengatakan pencairan dana hibah Museum Radya Pustaka berpegang Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Merujuk Pasal 98 UU 11/2010, bahwa pemerintah pusat, provinsi dan daerah wajib mengamankan, merawat, dan menjaga benda cagar budaya, situs, maupun museum. Sehingga penganggarannya dari APBN, APBD Provinsi dan Pemerintah Kota. Namun, APBN dan APBD Provinsi tidak menganggarkan untuk Radya Pustaka, maka APBD Kota Solo yang mengalokasikan.

“Keterlambatan pencairan sebenarnya hanya persoalan kamunikasi,” kata Rudy.

Namun, Rudy tetap meminta agar dana hibah senilai Rp300 juta tidak digunakan untuk kegiatan budaya. Dana hibah hanya diperbolehkan untuk operasional Museum Radya Pustaka, seperti membayar gaji karyawan, listrik, biaya perawatan dan melestarikan. “Kalau kegiatan untuk mendukung museum jangan pakai APBD. Nanti bisa dicarikan melalui dana CSR,” katanya.

Kepala DPPKA Budi Yulistianto mengatakan pencairan anggaran operasional Museum Radya Pustaka masih menunggu permohonan pencairan anggaran dari Disbudpar selaku pengguna kuasa anggaran. “Begitu permohonan pengajuan pencairan kami terima, DPPKA segera proses untuk mencairkannya. Tapi sekarang Disbudpar masih verifikasi belum mengajukan ke kami,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…