Ilustrasi belanja online (analisadaily.com)
Kamis, 14 April 2016 19:35 WIB JIBI/Solopos/Newswire Internet Share :

TIPS BELANJA ONLINE
Jangan Posting Tanggal Lahir di Sosmed!

Tips belanja online kali ini tentang larangan posting tanggal lahir di sosial media.

Solopos.com, JAKARTA — Anda termasuk wanita yang lebih suka online shopping ketimbang belanja di toko konvensional? Maka sebaiknya berhati-hati saat melakukan transaksi online.

Transaksi jual-beli di dunia maya sangat rentan pencurian data. Informasi pribadi yang dicuri bisa dimanfaatkan untuk hal-hal tidak benar, misalnya penipuan yang mengatasnamakan si korban. Untuk itu sangat penting mengetahui aturan-aturan dasar saat online shopping untuk mengamankan diri dari kejahatan siber.

Community Manager Google Indonesia, Bella Wibowo, memaparkan hal-hal apa saja yang perlu Anda perhatikan ketika bertransaksi online. Pertama, pastikan Anda berbelanja dari website resmi yang telah terjaga keamanannya. Bagaimana cara mengetahuinya?

“Kalau belanja online kan biasanya pakai kartu kredit dan saat transaksi sedang berjalan, hacker bisa saja mencuri data Anda di tengah-tengah proses itu. Pastikan URL dari website tersebut ada tanda gembok hijau dan link-nya tertulis https. Huruf S berarti secure. Ini berarti website tersebut aman dan menjaga agar di tengah jalan tidak ada yang bisa coba-coba ambil data Anda,” tutur Bella saat diskusi Women 2.0: Wanita dan Teknologi di restoran Blue Jasmine, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Detik, Kamis (14/4/2016).

Kedua, sebisa mungkin tidak menyebarkan informasi pribadi Anda di online, termasuk social media. Di Facebook, biasanya pengguna akan memasukkan info tanggal lahir, alamat rumah hingga nomor telepon. Hal itu bisa membuka kesempatan orang lain untuk mencuri data Anda.

“Kalau bisa jangan masukkan tanggal lahir atau informasinya di-lock saja. Pernah ada kasus orang meminta kartu pengganti dengan alasan kartu kreditnya hilang. Dia tahu tanggal lahir, nomor telepon dan sebagainya tapi alamat pengiriman berbeda. Jadi si penipu dapat kartu pengganti yang sudah diaktifkan sehingga kartu korban yang asli diblokir,” tutur Bella.

Ketiga, selalu sign out kapan saja Anda selesai bertransaksi atau menggunakan notebook. Terlebih lagi bila notebook milik kantor atau digunakan berbarengan. Hal itu untuk mencegah agar peretas tidak terlalu mudah mengakses komputer dan mencuri data-data penting Anda.

Keempat adalah rutin meng-update OS atau operating system. Ada alasannya kenapa produsen alat-alat teknologi seperti notebook, smartphone atau tablet selalu memperbarui sistem operasi mereka.

Hacker selalu mencoba mengambil info personal Anda. Dengan meng-update OS, hacker jadi tidak bisa mencari celah untuk mengambil info,” tukasnya.

Langkah terakhir adalah mengganti password secara berkala. Baik itu password email, akun sosial media, akun keanggotaan situs online shop dan sebagainya. Bella menyarankan untuk mengganti password setiap satu tahun sekali. Tujuannya agar akun-akun online Anda tak mudah diretas. Password yang dibuat sebaiknya jangan terlalu mudah.

“Minimum delapan karakter dengan kombinasi angka dan huruf besar- huruf kecil. Kesannya memang repot ya tapi itu sangat penting untuk keamanan bertransaksi online,” tandas Bella.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…