Petugas Biro Dokter dan Kesehatan (Bidokkes) dan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda DIY memeriksa kandungan urine anggota Polres Kulonprogo, Selasa (9/2/2016). (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja) Petugas Biro Dokter dan Kesehatan (Bidokkes) dan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda DIY memeriksa kandungan urine anggota Polres Kulonprogo, Selasa (9/2/2016). (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 14 April 2016 03:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

TES URINE
Dua Anggota Polres Sleman Dinyatakan Positif Benzodiazepine, Lalu?

Tes urin digelar secara mendadak di Sleman.

Solopos.com, SLEMAN – Polres Sleman menggelar tes urine secara mendadak di Mako setempat, Rabu (13/4/2016). Dari tes ini, dua anggota dinyatakan positif benzodiazepine karena usai mengonsumsi obat. Tes urine tersebut juga diikuti sejumlah pimpinan daerah di Sleman.

Kedua polisi yang diketahui hasilnya positif tersebut adalah Bripka OS dan Aiptu GA. Keduanya merupakan anggota Satuan Reskrim Polres Sleman. Dari hasil tes urine, mereka positif benzodiazepine. Pemeriksaan dilakukan kepada 318 personel anggota Polres Sleman dan jajaran serta tujuh pejabat dari forum komunikasi pemerintah daerah seperti Bupati Sleman dan Ketua Pengadilan Negeri Sleman.

Kapolres Sleman AKBP Yuliyanto menjelaskan, tes urine itu diikuti selain dari anggota yang bertugas di Mako Polres juga anggota yang berdinas di Polsek. Dari 318 anggota yang dites urine, ada dua anggotanya yang dinyatakan positif benzodiazepine. Menurut dia, dari kedua anggota tersebut, satu diantaranya meminum obat karena sakit batuk sedangkan satunya lagi meminum obat karena susah tidur atas petunjuk resep dari dokter.

“Yang satu itu karena sakit, satunya lagi itu susah tidur periksa ke salahsatu rumah sakit lalu diberi obat. Kebetulan keduanya habis minum obat tersebut,” terang Kapolres, Rabu (13/4/2016).

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…