Mark Zuckerberg dan Presiden Jokowi di Kantor Pusat Facebook, Menlo Park, Silicon Valley (Facebook.com/Mark Zuckerberg) Mark Zuckerberg dan Presiden Jokowi di Kantor Pusat Facebook, Menlo Park, Silicon Valley (Facebook.com/Mark Zuckerberg)
Kamis, 14 April 2016 23:30 WIB Ipak Ayu HN/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Silicon Valley Ala Indonesia Segera Dibangun, Ini Gambarannya

Silicon Valley di San Francisco, AS, dikenal sebagai jantung industri IT. Di Indonesia, akan ada versi barunya.

Solopos.com, JAKARTA — Silicon Valley atau Lembah Silikon merupakan julukan untuk daerah selatan San Fransisco yang banyak memiliki perusahaan di bidang komputer. Di Indonesia, pengembang pun gencar memulai pembangunan proyek yang digadang akan menjadi Silicon Valley ala Nusantara.

Salah satunya pengembang properti asal Australia Crown Group milik salah satu putra Indonesia, Iwan Sunito. Menurutnya, kerinduan akan Tanah Air membuatnya ingin memberikan sesuatu yang berharga di sini.

“Kami punya tema pulang kampung dalam membangun proyek di Indonesia, kami akan memulai proyek pertama di kawasan Jakarta Barat bekerja sama dengan salah satu pengembang yang tidak memiliki pengalaman dengan bangunan tinggi,” katanya di Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Iwan mengatakan kerja sama tersebut akan menghasilkan sebuah hunian berkonsep urban resort nature dengan lahan di atas dua hektare dan nilai investasi mencapai Rp3,5 triliun. Perusahaan juga berencana akan menjual dengan harga Rp20-35 juta per m2 nantinya. “Kami akan segera teken kontrak selanjutnya pembangunan akan dimulai tahun depan dan diperkirakan rampung dalam lima tahun,” ujar Iwan.

Sedangkan rencana pembangunan Silicion Valley di Indonesia, kata Iwan, perusahaannya sudah memiliki lahan sekitar 10 hektare dan masih akan terus membidik lagi lahan untuk merealisasikan megaproyek tersebut. Bahkan, perusahaan memperkirakan akan menelan investasi hingga Rp30 triliun.

Rencananya, properti yang dikembangkan tersebut bakal mengusung konsep terintegrasi (mixed use) yang terdiri dari apartemen atau residensial, pusat perbelanjaan, pendidikan, dan hospitality treatment. Crown akan mengusung tiga konsep alam, yakni terdapat sebuah ngarai, pantai, dan sky garden.

“Era digital terus berkembang pesat, ini peluang yang tepat untuk membangun Silicon Valley di Indonesia. Proyek ini bisa berjalan tujuh sampai 10 tahun.”

Iwan menjelaskan rencana pengembangan properti di Indonesia merupakan salah satu langkah persiapan Crown untuk go public yang direncanakan pada 2018—2019. Selain di Jakarta, Surabaya dan Bali juga menjadi kota yang diincar Crown untuk pengembangan properti. Namun, Crown masih melihat potensi terbaik yang ada di Surabaya. ”Kalau di Bali saya pengennya di daerah gunung-gunung seperti Ubud.”

Menurut Iwan, potensi pasar properti masih akan melambat dalam dua tahun terakhir ini. Pemerintah perlu mendorong pasokan pengembang untuk lebih mempercepat proyek pembangunannya agar turut mendorong daya beli masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk. (BKSL) Keith Steven Muljadi mengatakan perusahaan juga kepincut dengan konsep Silicon Valley yang ada di San Fransisco, Amerika Serikat dalam pengembangan Sentul City Tech Center. Saat ini sudah ada dua perusahaan asing yang serius untuk ikut menggarap.

“Ada dari Jepang dan Singapura. Dari Jepang merupakan perusahaan yang kerap melakukan riset teknologi, sementara dari Singapura merupakan konglomerasi yang juga bergerak di bidang teknologi. Mereka serius dan kami tengah melakukan pembicaraan tahap awal,” katanya.

Steven menambahkan, selain Jepang dan Singapura, perusahaan Korea Selatan, dan Amerika Serikat juga sudah melakukan korespondensi terkait konsep pengembangan Sentul City Tech Center. Proyek terbaru dari BKSL ini merupakan hasil kolaborasi strategis jangka panjang dengan 70 Group International. Superblok Sentul City Tech Center berada di kawasan Sumur Batu, Bogor dan akan menempati area seluas 140 hektare.

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…