Para anggota Sasana Taijiquan RS JIH yang sedang berlatih di RS JIH, Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (11/4/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja) Para anggota Sasana Taijiquan RS JIH yang sedang berlatih di RS JIH, Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (11/4/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 14 April 2016 19:20 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Rutin Berlatih Taijiquan, Ini Manfaat untuk Tubuh

Komunitas Taijiquan di Jogja sudah berdiri sejak tahun 2007, mereka bahkan sudah menuai prestasi

Solopos.com, SLEMAN- Komunitas Taijiquan di Jogja sudah berdiri sejak tahun 2007. Kegiatan ini tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga menghasilkan prestasi.

Sasana Taijiquan RS Jogja iNternational Hospital (JIH) beranggotakan 120 orang di mana anggota yang aktif berlatih sekitar 70 orang. Mereka berlatih hari Senin dan Kamis pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Salah satu anggota, Prof Muhadjir Darwin pertama kali ikut berlatih karena ingin memulihkan kesehatannya. Guru Besar Fisipol UGM ini bergabung sekitar satu tahun setelah ia terkena stroke ringan yang mempengaruhi saraf memory. Selain itu, ia memiliki keluhan osteoporosis.

Karena stroke ringannya itu, ia mencari olahraga yang tepat. Setelah sempat mencoba yoga enam bulan, ada yang menginformasikan tentang taijiquan. Ia pun mencoba dan merasa lebih cocok dengan taijiquan. “Dalam hal kebugaran, jadi lebih prima. Dulu juga ada keluhan osteoporosis tapi sekarang kondisinya semakin baik,” papar dia.

Ia mengatakan, taijiquan dapat memperbaiki metabolisme dan pernapasan tanpa memanipulasi jantung. Ketika melakulan taijiquan, jantung tidak berdegup-degup tetapi sirkulasi darah menjadi lancar. Prinsip taijiquan yang ia senangi adalah isi dan kosong secara terus-terusan. Taijiquan memiliki gerakan yang mengalir seperti air dan berpengaruh pada sirkulasi darah yang lancar.

Anggota lainnya Edy Sukamto mengaku memang suka olahraga. Edy mulai bergadung di sasana JIH sejak 2010.  “Saya memang senang olahraga. Manfaatnya ya tidak pantang makan,” ungkap dia.

Lain lagi dengan Nuryati yang memiliki penyakit jantung. Sebelum bergabung latihan taijiquan, ia sempat masuk Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) pada 2014. “Saya baru latihan satu tahun. Kondisi jantung saya jadi stabil dan tekanan darah juga stabil,” ungkap dia.

Salah satu dokter di RS JIH Prabata mengatakan, taijiquan bisa membantu mengatur pernafasan dan menormalkan metabolisme sel sehingga pertukaran oksigen dan sari-sari makanan lancar. Endapan sampah metabolisme akan berkurang karena taijiquan memiliki prinsip keseimbangan sehingga aliran lebih ritmis dan teratur.

Pria yang juga menjabat sebagai Manager Pelayanan Penunjang Medic di RS JIH ini mengatakan, taijiquan juga sangat baik untuk penderita diabetes. Taijiquan bisa mengeluarkan energi tetapi tidak menyebabkan gangguan kesadaran akibat kadar gula yang terlalu rendah seperti ketika melakukan aktivitas olahraga yang terlalu berat.

“Sel-sel saraf paling peka dengan kadar gula yang rendah. Selain itu, taijiquan juga baik untuk penderita stroke,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…