Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/google image) Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/google image)
Kamis, 14 April 2016 15:15 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Solo Share :

PENIPUAN SOLO
Korban Polisi Gadungan Bertambah

Penipuan Solo, Aksi polisi gadungan di Kota Solo terjadi di Kampung Sewu, Jebres.

Solopos.com, SOLO–Korban tindak kejahatan polisi gadungan di Kota Solo terus bertambah. Setelah beraksi di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, seorang warga di Kelurahan Sewu, Jebres, juga menjadi korban penipuan seseorang yang mengaku-aku sebagai polisi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di lapangan, Kamis (14/4/2016), sasaran polisi gadungan kali ini adalah keluarga Mukijo, 55, warga RT 002/ RW 007 Kampung Sewu, Kelurahan Sewu. Pelaku yang mengaku polisi dari Polsek Jebres itu mula-mula mendatangi korban di tempat ia usaha yakni Jl. Gotong Royong. Pelaku meminta uang kepada korban dengan alasan untuk keperluan keluarga. Sebelum meminta uang, pelaku juga meminta disiapkan nasi bungkus 200 porsi untuk keperluan acara gerak jalan yang digelar kelurahan setempat, Minggu (17/4/2016).

Lantaran pelaku mengaku panitia acara dan hafal saat menyebut sejumlah pegawai kelurahan, korban pun teperdaya. Korban lantas memberi uang kepada polisi gadungan itu dan menyanggupi akan membuatkan nasi bungkus untuk acara gerak jalan. “Polisi gadungan ini sempat pamit dan mengaku ke kelurahan sebentar. Katanya mau ambil uang dari panitia guna pembayaran uang DP [down payment]. Tak berselang lama, ia kembali lagi dan mengatakan bahwa bendahara acara sedang ke luar kota, jadi uang DP-nya nanti saja,” jelas Mukijo saat berbincang dengan Solopos.com di kediamannya.

Korban sama sekali tak curiga dengan penampilan pelaku. Sebab, kata dia, polisi gadungan itu sempat akan menitipkan pistolnya kepada korban sebagai jaminan bahwa dirinya akan mengembalikan uang pinjamannya. “Karena sangat meyakinkan, saya enggak curiga. Polisi gadungan ini akhirnya saya pinjami uang Rp250.000,” paparnya.

Setelah polisi gadungan itu pergi dan tak kunjung kembali, korban baru menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. “Saya juga sudah tanya ke kelurahan, ternyata enggak ada acara gerak jalan apalagi pesan nasi 200 bungkus,” paparnya.

Anggota Linmas Kelurahan Sewu, Andi Warsito, mengatakan ciri-ciri pelaku ialah pria berbadan tinggi rambut pendek. Saat beraksi, ia memakai Yamaha Mio. “Ini sudah kali kesekian polisi gadungan beraksi. Sudah ada beberapa warga yang menjadi korban,” paparnya dan diamini sejumlah anggota staf Kelurahan Sewu.

Menanggapi kasus itu, Kapolsek Jebres, Kompol Edison Pandjaitan, mengaku segera mengambil langkah tegas guna menangkap pelaku kejahatan yang mengaku polisi itu. “Saya akan segera berkoordinasi dengan anak buah saya untuk segera menangkap pelaku itu,” paparnya.

PERSONALIA, ADMIN, QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…