Penyidik kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus pencurian dengan memecah kaca mobil di Alun-alun Boyolali, Komplek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali di Kemiri, Mojosongo, Kamis (14/4/2016) siang. (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Kamis, 14 April 2016 22:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENCURIAN BOYOLALI
Ditinggal Selfie di Sapi Ndekem, Mobil Dibobol Maling

Pencurian Boyolali terjadi di kompleks kantor Pemkab Boyolali di Kemiri, Mojosongo, Kamis (14/4/2016).

Solopos.com, BOYOLALI — Pencurian dengan cara memecah kaca mobil kembali terjadi di wilayah Boyolali. Kali ini, modus pencurian itu terjadi di Alun-alun Boyolali, kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali di Kemiri, Mojosongo, Kamis (14/4/2016) siang.

Korban pencurian adalah warga Karangpandan, Karanganyar, Sri Murtini. Mobil yang dia parkir di Alun-alun dibobol maling saat ditinggal berfoto selfie di depan Gedung Lembu Suro atau akrab disebut Sapi Ndekem, sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun solopos.com, Sri Murtini baru saja pulang dari sebuah acara di Kantor Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKP3) Boyolali. Sri adalah pengusaha beras yang saat itu datang ke BKP3 untuk menjadi narasumber sebuah acara seminar.

Sebelum ke Kantor BKP3 Boyolali, dia sempat mampir ke loket anjungan tunai mandiri (ATM) yang ada di SPBU Kemiri untuk mengambil uang. Begitu acara di BKP3 selesai, diapun pulang bersama rekannya, Teguh, dan melewati Kompleks Kantor Pemkab Boyolali.

Kondisi gedung Lembu Suro yang menjadi lokasi selfie baru di Boyolali. (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)

Kondisi gedung Lembu Suro yang menjadi lokasi selfie baru di Boyolali. (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)

Dia tertarik dengan bangunan sapi ndekem yang ada di sisi utara Alun-alun hingga muncul niatan untuk foto selfie di dekat bangunan tersebut. Mobil Suzuki Dmax AD 1923 HX kemudian diparkir di Alun-alun yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari bangunan sapi ndekem.

“Mobil saya parkir di Alun-alun. Saya kemudian foto-foto ke dekat Sapi Ndekem. Saya cuma sebentar kok, habis foto langsung minum dawet,” kata Sri. Dia kaget ketika kembali ke parkiran, mobil double cabin warna putih miliknya sudah jebol pada kaca belakang samping kanan.

Dia kehilangan tas warna cokelat berisi sejumlah dokumen dan uang sekitar Rp10 juta. Dengan kejadian tersebut, dia pun langsung melapor ke Mapolres Boyolali. Kapolres Boyolali, AKBP Budi Sartono, melalui Kapolsek Mojosongo, AKP Suwanto, menyampaikan aparat langsung menyelidiki kasus tersebut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diduga pelaku menggasak uang dan tas dengan cara memecah kaca bagian belakang kemudian menarik kunci pintu depan dan membukanya.

“Kejadian ini harap dijadikan pelajaran untuk tidak meninggalkan barang berharga dalam mobil,” kata AKP Suwanto.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…