Ilustrasi mayat perempuan. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi mayat perempuan. (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 14 April 2016 10:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PEMBUNUHAN BANTUL
Pembunuhan di Kretek Belum Dilakukan Otopsi, Mengapa?

Pembunuhan Bantul mayat masih dalam penyelidikan.

Solopos.com, JOGJA-Dua jenazah yang merupakan korban dugaan pembunuhan yang ditemukan di sebuah hotel di Kretek, Parangtritis hingga Rabu (13/4/2016) sore masih belum dilakukan otopsi.

(Baca Juga : PENEMUAN MAYAT : Identitas Ibu & Anak yang Dibunuh Masih Misteri)

Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Sardjito Trisno Heru Nugroho menerangkan, dua jenazah tersebut telah dibawa ke Ruang Forensik rumah sakit sekira pukul 01.00 WIB dini hari. Jenazah masih belum diotopsi dikarenakan pihak rumah sakit masih belum menerima surat dari pihak kepolisian, dan belum adanya keluarga yang datang ke rumah sakit.

“Jenazah kami simpan di ruang pendingin jenazah, kami berharap pihak keluarga bisa segera ke rumah sakit,” kata dia.

Ia menjelaskan, saat dibawa ke rumah sakit, korban yang berusia sekira 28 tahun sudah tidak mengenakan pakaian, sedangkan korban yang lain, yang berusia sekira lima tahun, masih mengenakan pakaian bergambar tokoh Hello Kitty. Belum dapat dipastikan kapan pihak rumah sakit akan memberikan tindakan lebih lanjut terhadap jenazah tersebut.

Sebelumnya, warga Parangtritis sempat digemparkan dengan penemuan dua mayat di salah satu kamar hotel di daerah Kretek, Parangtritis Senin (12/4/2016) malam. Mayat dengan jenis kelamin perempuan dengan usia sekira 28 tahun terbujur tanpa nyawa bersampingan dengan seorang balita yang juga berjenis kelamin wanita dalam satu ranjang.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…