Produk bed set merek Funkids dipamerkan di Atrium Plaza Ambarrukmo, Rabu (13/4/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Produk bed set merek Funkids dipamerkan di Atrium Plaza Ambarrukmo, Rabu (13/4/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 14 April 2016 19:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PELUANG USAHA
Mebel Anak Belum Dilirik

Peluang usaha mebel anak belum banyak dilirik

Solopos.com, SLEMAN-Industri mebel selama ini banyak menggarap produk-produk kalangan dewasa. Pengusaha yang fokus mengeluarkan produk untuk anak-anak masih terbatas.

Wakil Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY Endro Wardoyo mengatakan, di DIY sendiri memang sudah ada yang memproduksi mebel anak tetapi jumlahnya tidak besar. “Iya ada, tapi belum banyak,” kata dia, Rabu (13/4/2016).

Menurutnya, pertimbangan para pengusaha mebel untuk menyasar produk anak lebih pada aspek fungsional. Mebel anak seperti tempat tidur diproduksi sesuai ukuran anak yang tidak dapat digunakan ketika mereka dewasa. Hal seperti ini yang masih menjadi pertimbangan para mebeler.

Namun kondisi ini justru dimanfaatkan pengusaha mebel asal Sidoharjo Jawa Timur. Pria bernama Arief Darmawan Adidjaja ini memasarkan bed set bermerek Funkids untuk anak-anak usia Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD).

Satu bed set terdiri dari tempat tidur, rak, almari, dan juga tangga (untuk kasur tingkat), yang saling berhubungan. Bahkan anak tangga sengaja dirancang multifungsi agar dapat dimanfaatkan untuk loker.

Meski ukurannya menggunakan standar dewasa, tetapi warna dan desainnya dikemas untuk anak-anak.”Selama ini kebutuhan anak belum terpenuhi. Mebel anak seakan hanya bekas. Ada pameran mebel, yang antusias juga hanya orang tuanya,” kata Arief saat ditemui di pameran furnitur di Atrium Ambarukmo Plaza.

Ide menciptakan bed set muncul seiring tren perumahan yang semakin sempit dengan kamar tidur seluas 3×3 meter. “Maka kami ciptakan mebel three atau four in one,” ujar pria 30 tahun yang menjabat sebagai Manager Operasional Funkids ini.

Pembuatannya sendiri menggunakan bahan kayu mahoni. “Untuk memenuhi SNI [Standar Nasional Indonesia], kami gunakan kayu yang kandungan airnya di bawah 10-15 persen. Kayu berlubang juga tidak kami pakai,” kata Arief.

Arief sengaja memilih cat warna cerah untuk menguatkan karakter anak-anak. Meski penampilannya kekanakan tetapi kekuatan tempat tidur mampu menopang ukuran manusia dewasa sampai 150 kg.

Ia mengatakan, respon masyarakat di Jawa Timur sendiri cukup bagus. Dalam sebulan, ia mampu menjual 40 hingga 50 unit. Mayoritas konsumen adalah kalangan menengah dan menengah atas.

Setelah tiga tahun melayani konsumen di Jawa Timur, Funkids berekspansi ke Jawa Tengah dan Jogja. “Kami sudah masuk Semarang dan Solo. Respon di sana bagus maka Jogja menjadi target kami. Ke depan juga ingin menyasar ke Jakarta,” kata dia.

Harga bedroom set dijual mulai Rp5 juta hingga Rp8,5 juta. Ada 14 desain yang ditawarkan dengan warna yang dapat ditentukan sendiri oleh customer.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…