Pedagang Pasar Besi mendengarkan penjelasan Kepala DPP Solo, Subagiyo, dalam acara sosialisasi penataan Pasar Besi di Gedung Pertemuan Pasar Besi, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (13/4/2016). Sosialisasi yang diikuti ratusan pedagang tersebut membahas permasalahan dan solusi untuk penataan Pasar Besi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Pedagang Pasar Besi mendengarkan penjelasan Kepala DPP Solo, Subagiyo, dalam acara sosialisasi penataan Pasar Besi di Gedung Pertemuan Pasar Besi, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (13/4/2016). Sosialisasi yang diikuti ratusan pedagang tersebut membahas permasalahan dan solusi untuk penataan Pasar Besi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Kamis, 14 April 2016 01:30 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PASAR TRADISIONAL SOLO
Ini 6 Masalah di Pasar Besi Versi Dinas Pengelolaan Pasar

Paar tradisional Solo, DPP Solo akan menata kompleks Pasar Besi, Semanggi, Pasar Kliwon.

Solopos.com, SOLO–Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo segera menata kompleks Pasar Besi, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo.

Penataan tersebut dimulai dengan penyelenggaraan sosialisasi yang diikuti ratusan pedagang Pasar Besi di Gedung Pertemuan di Pasar Besi, Rabu (13/4/2016. Kepala DPP Solo, Subagiyo, mengatakan DPP mencatat terdapat enam permasalahan yang terjadi di Pasar Besi. Menurut dia, berbagai permasalahan tersebut perlu segera ditangani.

Subagiyo menerangkan permasalahan pertama adalah infrastruktur selokan di berbagai lokasi di Pasar Besi yang rusak dan mampat. Kondisi tersebut membuat air hujan tidak mengalir lancar sehingga kerap menggenang di sejumlah bagian pasar. Permasalahan kedua, infrasruktur jalan di kompleks Pasar Besi dalam kondisi rusak parah. Dia berkomitmen akan memperbaiki kerusakan jalan pada tahun ini.

“Niki pasare sinten? Masalah saged ditangani bareng-bareng. Nek banjir, ora mung bengok-bengok tok. Enten pak lurah, enten paguyuban. Saling bekerja sama. Kalau jalan rusak, kami perbaiki tahun ini dengan diaspal. Namun, kami baru bisa perbaiki sebagian jalan. Mboten saged kabeh.¬† Semoga kurangnya bisa diajukan di [APBD] Perubahan,” kata Subagiyo saat menbina pedagang, Rabu.

Subagiyo membeberkan permasalah ketiga di Pasar Besi, yakni ada banyak tumpukan barang tidak terpakai yang teronggok di berbagai lokasi. Kondisi tersebut membuat Pasar Besi terlihat semrawut. Selain itu, DPP menganggap banyaknya jemuran pakaian di sekitar los menjadi permasalahan keempat yang perlu ditanggulangi karena membuat Pasar Besi tampak tidak tertata.

Subagiyo menambahkan Pasar Besi dihadapkan pada permasalahan parkir. Menurut dia, banyak kendaraan roda empat terparkir sembarangan di jalanan di kompleks Pasar Besi. Pemilik mobil telah merampas kepentingan umum. Subagiyo meminta pedagang saling mengingatkan satu sama laim untuk tidak parkir sembarangan. Dia juga bakal berkoordinasi dengan UPTD Perparkiran Dishubkominfo Solo untuk mencari solusi atas permasalahan parkir di Pasar Besi.

Subagiyo menegaskan permasalahan terakhir yang menjadi sorotan di Pasar Besi adalah banyaknya los yang digunakan sebagai hunian atau tempat tinggal. Dia mencatat, terdapat 87 hunian di kompleks pasar yang menempati lahan seluas 15.180 meter (m) persegi tersebut. Berdasarakan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pasar Tradisional, pedagang dilarang menggunakan tempat di dalam pasar sebagai tempat tinggal.

“Los yang digunakan sebagai tempat tinggal, tidak sesuai dengan peruntukan. Pasar kan nggo dhasarke dagangan. Kalau warga bertempat tinggal di dalam pasar, rawan terjadi kebakaran. Selain itu, akan muncul kotoran, sampah, dan lain-lain yang lebih banyak di pasar. Belum lagi bisa apabila terjadi gesekan antar tetangga masalah pasti terus bermunculan,” jelas Subagiyo.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Gotong Royong Pedagang Pasar Besi, Bambang Susilo, menyampaikan para pedagang intinya mendukung kebijakan DPP untuk menata Pasar Besi. Dia belum mau memberikan komentar banyak terkait permintaan pedagang dalam rencana penataan tersebut. Bambang berniat akan mengumpulkan kembali para pedagang untuk membahas solusi terbaik.

Salah satu pedagang Pasar Besi, Marjoko, mengungkapkan beberapa warga yang tinggal di Pasar Besi tidak memiliki rumah lain dan tergolong masyarakat dengan ekonomi kelas menengah ke bawah. Dia meminta DPP bisa mengupayakan agar pedagang mendapat kemudahan untuk membeli rumah.

CAD Operator, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…