Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Semarang, Purbatinhadi, saat tampil sebagai pembicara dalam acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peedaran Gelap Narkotika kepada Organisasi Masyarakat melalui Tatap Muka di ballroom Kebon Raja Resto, Ungaran, Kamis (14/4/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Kamis, 14 April 2016 18:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

NARKOBA JATENG
BNN Nyatakan Kabupaten Semarang Darurat Narkoba

Pemberantasan Narkoba, salah satu upayanya dilakukan BNN Jateng di Kabupaten Semarang yang dianggap sebagai daerah rawan peredaran barang haram itu.

Solopos.com, UNGARAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah (Jateng) menganggap Kabupaten Semarang sebagai daerah darurat penyebaran narkoba. Keadaan ini tak terlepas dari letak geografis Kabupaten Semarang yang berada di tengah-tengah tiga tiga kota besar, yakni Jogja, Solo, Semarang.

“Dengan letak Kabupaten Semarang yang berada di tengah-tengah tiga kota besar atau segitiga emas, maka kami berani menyatakan bahwa daerah ini sangat peredaran narkoba.
Kabupaten Semarang acap menjadi perlintasan para pengedar narkoba, dari ketiga kota itu,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan BNN Jateng, Susilo, saat dijumpai wartawan di sela-sela acara bertajuk Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peedaran Gelap Narkotika kepada Organisasi Masyarakat melalui Tatap Muka di ballroom Kebon Raja Resto, Ungaran, Kamis (14/4/2016).

Susilo menambahkan peredaran narkoba di Kabupaten Semarang memang telah masuk ke taraf gawat darurat. Ia bahkan mengaku pernah menemukan kasus peredaran narkoba di Kabupaten Semarang yang dilakukan oleh seorang pelajar SMP.

Meski demikian, Susilo enggan membeberkan lebih lanjut pelajar SMP di daerah manakah yang menjadi pemasok narkoba itu. Ia hanya meminta peranan para orang tua dan masyarakat untuk selalu mengawasi peredaran narkoba didaerahnya.

“Masyarakat atau ormas [organisasi masyarakat] lah yang tahu dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Jika ada hal-hal yang mencurigakan tinggal lapor saja kepada kami,” imbuh Susilo.

Senada juga diungkapkan Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Semarang, Purbatinhadi, yang mendukung peran ormas di Kabupaten Semarang dalam melakukan pemberantasan narkoba. Bahkan, ia meminta para ormas ini mau bersinergi dengan para satgas BNN yang tersebar di wilayahnya.

“Ada banyak satgas yang sudah disebar BNN untuk melakukan pemberantasan narkoba. Jumlah pastinya saya tidak tahu. Tapi, saya harap para ormas senantiasa mendukung kinerja mereka,” tutur Purbatinhadi.

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…