M. Faisol, Pemilik CV Alas Gembong M. Faisol, Pemilik CV Alas Gembong
Kamis, 14 April 2016 13:23 WIB Lahyanto Nadie/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

M. Faisol, Antara Mesjid dan Pasar Ekspor

Bagi Faisol tidak ada yang sulit untuk mewujudkan mimpinya itu. Kini ia sukses memasarkan produknya ke belahan penjuru dunia di Eropa yaitu UK, Belgia, Prancis dan Spanyol. Begitu pun pasar Australia dan Amerika Serikat sudah ditembusnya.

 

 

Solopos.com, BANTUL – Dua sisi kehidupan yang tidak bisa dilepaskan dari sosok M. Faisol adalah  mesjid dan jiwa entrepreneurship yang produknya berorientasi ekspor. “Saya adalah Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid Al Firdaus, dari mesjid kita membangun peradaban,” kata pengusaha furnitur dengan bendera CV Alas Gembol itu penuh antusias.

Bagi  Faisol, mesjid bukan hanya tempat beribadah semata, akan tetapi untuk kepentingan sosial dan bisnis. Makanya ia ingin membangun bisnis yang berbasiskan mesjid sehingga keuntungannya mampu memakmurkan jemaah  dan masyarakat luas.

Ia akan menggalang jemaah lainnya untuk mendirikan usaha. “Saya akan mulai dari rumah makan, terus berlanjut ke properti,” kata pria kelahiran 4 Juli 1964 itu.

Bagi Faisol tidak ada yang sulit untuk mewujudkan mimpinya itu. Maklum, ini ia terbilang sebagai eksportir yang sukses memasarkan produknya ke belahan penjuru dunia. Setiap bulan ia mengirimkan produknya ke  beberapa negara di Eropa yaitu UK, Belgia, Prancis dan Spanyol. Begitu pun pasar Australia dan Amerika Serikat sudah ditembusnya.

“Paling tidak lima hingga enam kontainer kami kirimkan yang isinya rata-rata 3.000 unit produk yang bernilai seni tinggi,” kata ayah tiga anak itu.  Maklum selain ia menuangkan idenya sendiri untuk menciptakan produk yang inovatif, Faisol juga mengkaryakan profesional jebolan ISI Yogyakarta.

Secara bisnis, usahanya terbilang efisien. Bahan bakunya berbiaya murah karena memanfaatkan barang sisa, namun unsur seninya yang ditingkatkan.

Kesuksesan yang diraihnya kini, bukan jalan yang mudah. Ia melalui perjalanan hidupnya yang  berliku dan penuh kesulitan. “Sejak sekolah di SMA saya sudah cari uang sendiri untuk memenuhi biaya hidup dan pendidikan.”

Begitu pun ketika ketika di perguruan tinggi, ia harus membiayai adiknya yang juga sudah kuliah. Namun di sini ia tidak lagi bekerja melainkan sudah memulai bisnis. Ketika pria yang pandai bernyanyi itu menamatkan pendidikannya di Fakultas Teknik UII jurusan Teknik Industri, ia sempat bekerja di kelompok usaha Bakrie.

Setelah meraih sukses, Faisol menikah ketika memasuki usia matang, 33 tahun. Kini ia mempersiapkan regenerasi usahanya bagi anak-anaknya yang baru masuk ke jenjang perguruan tinggi. “Kelak, saya ingin fokus ibadah dan kegiatan sosial.”

 

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…